Komentar tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap fisik seseorang dan memicu kritik dari berbagai kalangan.
Sejumlah netizen pun ramai menyampaikan kecaman melalui media sosial.
"Yth Nana, daripada ngomentarin fisik orang, coba boleh kali benerin jalan Cirebon, bangun infrastruktur Cirebon, cari solusi penanggulangan banjir di Kabupaten Cirebon, fokus kasih dana pendidikan ke sekolah-sekolah di Cirebon, UMK Cirebon semungil itu loh," komentar akun X @na*******.
Baca Juga: Kantin Sekolah Bakal Terlibat dalam Program MBG? Komisi X DPR Sebut Sudah Mengusulkan Sejak Awal
"Udah pakai gelar hajah, terus sarjana pendidikan pula, hadeh, jari jemarinya bener-bener nggak bisa dijaga," tulis akun X @sk*******.
"Bisa-bisanya wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon komen kayak gitu, heran," tulis akun X @hi******.
"Bu, daripada ngatain rakyat yang notabene yang gaji anda, mbok ya mikirin perjuangan perbaikan jalan-jalan di Cirebon yang udah bertahun-tahun hancur," tulis akun X @gr*******.
"Kok bisa wakil rakyat malah menghujat rakyatnya," kata akun X @ca*********.
Setelah polemik tersebut mencuat, Nana Kencanawati menyampaikan permintaan maaf melalui media sosialnya.
Ia mengakui komentarnya tidak pantas dan telah menyinggung banyak pihak.
Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul derasnya kritik yang muncul dari masyarakat dan pengguna media sosial.
Kasus ini pun menjadi perbincangan luas dan memunculkan kembali diskusi mengenai etika pejabat publik dalam merespons kritik maupun perbedaan pendapat yang disampaikan masyarakat melalui media sosial.***