news

Duduk Perkara Komentar Kontroversial Wakil Ketua DPRD Cirebon Nana Kencanawati ke Peserta Aksi Tolak MBG yang Berujung Permintaan Maaf

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:09 WIB
Komentar Wakil Ketua DPRD kab Cirebon, Nana Kencanawati yang disorot (kiri) (X/SistersInDanger)

Baca Juga: Elza Syarief Mundur dari Kasus Korupsi MBG, Bongkar Dugaan Uang Rutin ke Sony Sonjaya dan Alasan Tak Lagi Percaya Kliennya

 

Komentar tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap fisik seseorang dan memicu kritik dari berbagai kalangan.

Sejumlah netizen pun ramai menyampaikan kecaman melalui media sosial.

"Yth Nana, daripada ngomentarin fisik orang, coba boleh kali benerin jalan Cirebon, bangun infrastruktur Cirebon, cari solusi penanggulangan banjir di Kabupaten Cirebon, fokus kasih dana pendidikan ke sekolah-sekolah di Cirebon, UMK Cirebon semungil itu loh," komentar akun X @na*******.

Baca Juga: Kantin Sekolah Bakal Terlibat dalam Program MBG? Komisi X DPR Sebut Sudah Mengusulkan Sejak Awal

"Udah pakai gelar hajah, terus sarjana pendidikan pula, hadeh, jari jemarinya bener-bener nggak bisa dijaga," tulis akun X @sk*******.

"Bisa-bisanya wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon komen kayak gitu, heran," tulis akun X @hi******.

"Bu, daripada ngatain rakyat yang notabene yang gaji anda, mbok ya mikirin perjuangan perbaikan jalan-jalan di Cirebon yang udah bertahun-tahun hancur," tulis akun X @gr*******.

"Kok bisa wakil rakyat malah menghujat rakyatnya," kata akun X @ca*********.

Baca Juga: Insentif Dapur MBG Tak Lagi Rp6 Juta Rata, BGN Siapkan Skema Baru yang Bisa Mengubah Nasib Ribuan SPPG di Indonesia

Setelah polemik tersebut mencuat, Nana Kencanawati menyampaikan permintaan maaf melalui media sosialnya.

Ia mengakui komentarnya tidak pantas dan telah menyinggung banyak pihak.

Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul derasnya kritik yang muncul dari masyarakat dan pengguna media sosial.

Kasus ini pun menjadi perbincangan luas dan memunculkan kembali diskusi mengenai etika pejabat publik dalam merespons kritik maupun perbedaan pendapat yang disampaikan masyarakat melalui media sosial.***

Halaman:

Tags

Terkini