SketsaNusantara.id - Pasca melihat potensi pesisir selatan Jember, Bupati Muhammad Fawait terkejut setelah melihat tambak udang vaname yang menjamur di sepanjang garis pantai.
Padahal, pesisir pantai selatan Jember bakal diproyeksikan sebagai daya tarik pengungkit ekonomi baru demi pengentasan kemiskinan.
Terlebih, adanya rencana pemerintah pusat untuk memulai kembali proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), yang kini masih berhenti di beberapa titik-titik tertentu karena adanya kendala.
Baca Juga: Proyek Pembangunan JLS Dimulai 2026, Bupati Jember Gus Fawait Prediksi Geliat Ekonomi Bakal Tumbuh
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, setelah komunikasi intens dengan pemerintah pusat, pembangunan JLS akan dimulai tahun 2026 dan diproyeksikan rampung di awal tahun 2029 mendatang.
“JLS ini salah satu daya ungkit ekonomi kita, karena berada di sepanjang garis pantai selatan Jember dan ini potensi yang luar bias jika dimaksimalkan,” ujar Gus Fawait panggilan akrabnya, saat dikonfirmasi, Selasa 26 Mei 2026 malam.
Namun, kondisi ini membuat dirinya terkejut setelah sepanjang garis pantai banyak bermunculan tambak udang vaname yang letaknya persis di bibir pantai.
“Saya justru kaget, ternyata di sepanjang garis pantai mulai dari Kecamatan Kencong, Gumukmas hingga Puger banyak berdiri tambak udang,” imbuhnya.
Kondisi ini menjadi ironi, karena sebenarnya jika melihat ada sebuah geliat ekonomi seharusnya bisa berdampak pada masyarakat sekitar.
“Namun ini berbeda, di sini ada tambak tetapi malah masyarakat di wilayah pesisir ini masuk dalam peta kantong kemiskinan,” terangnya.
Ia menduga, bila tidak ada dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat sekitar maka tambak udang yang berdiri ini berpotensi tak berizin.
“Ya tidak ada kontribusi ekonomi ke masyarakat, jadi kemungkinan mereka (pengusaha tambak udang) tidak memiliki izin pendirian,” lanjutnya.