Di tengah polemik yang kian meluas, MPR RI akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian.
Pihaknya juga menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas serta menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. SMAN 1 Pontianak mengapresiasi sikap MPR RI yang memberikan respons cepat terkait polemik ini.
Namun, pihak sekolah menekankan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi sehingga kejadian serupa tak terulang kembali dalam pelaksanaan lomba selanjutnya.
"SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa adanya maksud untuk menyerang pihak mana pun," tuturnya.
"SMAN 1 Pontianak menyampaikan apreasiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini," lanjutnya.
Di sisi lain, keputusan pihak penyelenggara mengulang lomba sebenarnya juga menuai kritik dan memicu pro kontra di tengah publik.
Sebagian pihak mendukung langkah tersebut sebagai bentuk evaluasi, namun tak sedikit pula yang menilai pengulangan lomba bukan solusi terbaik.
Publik menilai polemik sebenarnya dapat diselesaikan melalui evaluasi skor berdasarkan tayangan ulang yang sudah ada dalam siarang langsung di kanal YouTube MPR RI, tanpa harus mengulang keseluruhan pertandingan.
"Lebih adil kalau: HITUNG ULANG SCORE saja, karena bukti tayangan ulangnya sudah ada, nyata dan jelas dan tidak buang-buang biaya," komentar akun @yuanitarohali yang merupakan kakak dari presenter Alya Rohali.
"(Lomba) ngapain diulang?? Atuh buang-buang uang, waktu dan energi. Dihitung ulang aja dan berikan kemenangan pada yang pantas," imbuh @melanieputria yang merupakan akun milik Putri Indonesia 2002, Melanie Putria.
Pihak sekolah pun menyampaikan pandangan serupa. Mereka menegaskan sejak awal tujuan utama mereka hanyalah meminta kejelasan melalui klarifikasi, bukan meminta perlombaan diulang.
"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," tulisnya.