news

Viral Lomba Komentar Rasis Berhadiah Seratus Ribuan di Instagram, Terduga Anak Oknum Perwira Polisi Tantang Dilaporkan UU ITE

Kamis, 7 Mei 2026 | 09:00 WIB
Viral lomba komentar rasis di Instagram, terduga anak perwira polisi tantang dilaporkan UU ITE (Freepik)

SketsaNusantara.id - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kemunculan konten kontroversial berupa lomba komentar bernuansa rasis yang viral di berbagai platform digital. Konten tersebut diduga diunggah oleh pemilik akun Instagram @redblood, yang disebut-sebut sebagai anak dari seorang perwira kepolisian di Semarang.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah pengguna platform Instagram dan X mengunggah ulang video serta tangkapan layar terkait ajakan lomba tersebut. Dalam unggahan itu, pemilik akun menawarkan hadiah uang bagi pengguna yang menuliskan komentar paling rasis di kolom komentar.

Alih-alih meredakan situasi setelah menuai kritik, pemilik akun justru memperkeruh keadaan. Dalam video yang beredar melalui Instagram Story dan kembali viral di X, ia menyebut bahwa lomba tersebut hanya bertujuan sebagai bahan candaan atau “jokes”.

Baca Juga: Kecelakaan Maut, Bus ALS dan Truk Tanki Adu Banteng di Muratara Sumatera Selatan, 16 Orang Meninggal Dunia

“Setiap ras pasti ada plus minus, tapi itu cuma buat bahan lucu-lucuan, bukan untuk mendiskreditkan,” ujar sosok yang diduga pemilik akun tersebut.

Namun, pernyataan itu tidak meredakan kemarahan publik. Banyak warganet menilai dalih tersebut tidak dapat dibenarkan karena konten yang dibuat berpotensi memicu diskriminasi dan memperkuat stereotip negatif terhadap kelompok tertentu.

Seiring meningkatnya sorotan publik, sejumlah netizen bahkan mengancam akan melaporkan kasus ini menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Akan tetapi, respons dari pemilik akun justru terkesan menantang.

Baca Juga: Video Tuduhan ke Presiden Prabowo Subianto Dinilai Hoaks, Komdigi Ingatkan Ancaman UU ITE

Dalam video yang sama, ia mengaku tidak takut terhadap ancaman pelaporan hukum. Bahkan, ia secara terang-terangan menyebut bahwa dirinya akan “menang” jika kasus tersebut diproses, dengan alasan kedua orang tuanya merupakan anggota kepolisian berpangkat tinggi.

“Apa-apa dikasusin. Tapi yang menang tetap saya. Orang tua saya dua-duanya polisi dan bukan pangkat rendah,” ucapnya dalam video tersebut.

Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi keras dari publik. Banyak pihak menilai sikap tersebut mencerminkan arogansi serta berpotensi merusak citra institusi penegak hukum. Dugaan adanya klaim kebal hukum juga menjadi sorotan utama dalam perbincangan warganet.

Baca Juga: Diduga Roby Tremonti, Akun Bodong Serang Tyler Bigenho dan Ancam Pakai UU ITE: Ku Tunggu Sampai Aurelie Jadi Milikku Lagi!

Tak berhenti di situ, pemilik akun juga menyatakan bahwa aparat kepolisian tidak akan menindak kasus tersebut jika tidak viral. Pernyataan ini semakin memperkuat persepsi negatif publik terhadap keseriusan penegakan hukum di ruang digital.

“Polisi tidak akan bertindak untuk kasus seperti ini, kecuali sudah viral,” ujarnya menambahkan.

Halaman:

Tags

Terkini