news

Siapa Rolland E. Potu? Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Tuai Kritik Usai Gugat KAI Pasca Tragedi Laka KRL di Bekasi, Warganet Pertanyakan Taksi Ijo

Senin, 4 Mei 2026 | 10:30 WIB
Potret Rolland E. Potu, advokat asal Surabaya yang menggugat KAI pasca tragedi laka KRL di Bekasi Timur (Instagram/clabsocial)

Rolland menyoroti penanganan pasca-insiden yang dinilai kurang responsif, karena penumpang hanya mendapat informasi refund tanpa pengecekan kondisi korban secara langsung.

Ke depannya, Rolland berharap majelis hakim mempertimbangkan keadilan, akuntabilitas, serta perlindungan hukum terbaik bagi seluruh pihak termasuk keluarga korban yang terdampak tragedi Bekasi.

Baca Juga: Duka Mendalam Tragedi Kecelakaan KRL di Bekasi, Virdian Aurellio Sentil Pejabat Negara yang Dapat Fasilitas Mewah hingga Desak Ikut Naik Transum

Namun, langkah tersebut justru menuai kritik dari warganet. Banyak yang mempertanyakan alasan Rolland menggugat KAI, mengingat perusahaan tersebut juga dianggap sebagai pihak yang terdampak dalam kejadian tersebut.

Sebagian publik menilai bahwa pemicu awal kecelakaan justru berasal dari kendaraan taksi milik Green SM yang mendadak mogok saat menerobos perlintasan rel sebidang. 

Tak sedikit warganet yang menyebut langkah Rolland "salah sasaran" dan dilakukan di tengah situasi yang masih berduka.

Baca Juga: Pernyataan Resmi Taksi Green SM Usai Armadanya Terlibat dalam Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek-KRL di Bekasi

"Itu musibah kecelakaan. KAI juga korban di sini karena taksi nerobos perlintasan sebidang yang akhirnya bikin perjalanan KRL mandeg & pemicu kecelakaan. Tindakan dia ini malah salah sasaran seolah ingin cari perhatian di tengah suasana berduka," komentar warganet.

"Kenapa gugat KAI? Harusnya gugat pihak taksi ijo, desak mereka lakukan evaluasi daripada menyalahkan KAI yang udah berupaya penuh kasih perhatian lebih untuk para korban bahkan biayai pengobatan sampai trauma healing," imbuh warganet lainnya.

"KAI dengan cepat mereka langsung kasih pernyataan dan minta maaf, sedangkan pihak taksi kaya gak ada empati. Pernyataannya aja nggak ada permintan maaf seolah bilang nggak yang dirugikan karena menerobos perlintasan," tulis warganet lainnya. 

Baca Juga: Update Kecelakaan KRL dan KA Bromo Anggrek, Polisi Amankan Sopir Taksi Listrik SM Green, Masinis Menghilang

Di sisi lain, sejumlah keluarga korban justru memberikan kesaksian berbeda terkait penanganan yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Banyak yang menilai KAI menunjukkan crisis management yang baik, tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga pendampingan emosional.

"Pihak KAI nggak hanya kasih santunan tapi juga merangkul keluarga korban, tanggung jawab penuh kasih trauma healing sampe bayarin biaya pendidikan anak almarhum korban laka KRL. Bukan cuma hadir, tapi benar-benar merangkul keluarga kami," tulis salah satu keluarga korban di Threads.

"Bukannya belain KAI tapi memang crisis management sebagus itu, penanganan KAI lebih memanusiakan kami. Lebih daripada cuma sekedar ucapan maaf, tapi menunjukkan tanggung jawab penuh terhadap tragedi yang tak diinginkan," imbuh warganet lainnya yang menjadi korban laka Bekasi di Threads.

Halaman:

Tags

Terkini