SketsaNusantara.jd – Insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek kini mendapatkan sorotan tajam dari banyak pihak.
Termasuk dugaan penyebab kecelakaan hingga renggut korban nyawa dari penumpangnya.
Pengamat transportasi, Deddy Herlambang menilai bahwa ada indikasi kelalaian pada tragedi tersebut.
Bahwa kereta ditabrak dari belakang bisa diduga bahwa ada kelalaian yang dilakukan masinis.
"Bisa diduga masinisnya lalai, tidak melihat sinyal, merah seharusnya berhenti," ungkap Dedi Herlambang dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.
"Karena sistem sinyal dari Jatinegara sampai Cikarang itu sudah open block," imbuhnya.
"Open block itu artinya ketika ada kereta lewat maka otomatis persinyalan lampu dibelakangnya warnanya merah, kalau waran merah seharusnya kereta dibelakangnya berhenti," tegasnya.
Sebab kereta terus berjalan maka terjadilah kecelakaan dan kemungkinan besar masinis lalai dan tidak melihat lampu merah menyala.
Meski penyebab utama adanya diperlintasan jalan Ampera, menurut pengamat kecelakaan itu dipicu oleh isu kedua yakni human eror atau kelalaian masinis.
Selain faktor kelalaian manusia, Deddy juga menyoroti sistem persinyalan perkeretaapian yang masih bergantung pada kendali manual. Kondisi ini membuat keselamatan sangat bergantung pada fokus masinis.
Akibatnya, resiko kecelakaan meningkat jika terjadi kesalahan atau gangguan dalam pembacaan sinyal.