Baca Juga: 6 Link Unduh Poster Hari Puisi Nasional 2026, Kenang Peran Chairil Anwar Lewat Puisi!
Chairil Anwar, Sosok di Balik Hari Puisi Nasional
Dikutip dari unggahan akun Instagram Perpustakaan Daerah Purwakarta, Hari Puisi Nasional diperingati setiap tanggal 28 April untuk mengenang wafatnya Chairil Anwar.
Momen tersebut bertujuan untuk menghormati peran dan kontribusi Chairil Anwar dalam perkembangan sastra di tanah air.
Chairil Anwar sendiri merupakan sastrawan yang lahir di Medan, 22 Juli 1922.
Sejak kecil, Chairil dikenal sebagai anak yang senang membaca buku.
Bahkan, saat duduk di bangku MULO (setingkat SLT), Chairil sudah membaca buku-buku setingkat HBS (setingkat SMA).
Meski hanya sekolah hingga kelas 2 MULO, Chairil tetap belajar secara mandiri, termasuk mempelajari bahasa Belanda, Inggris hingga Jerman.
Berdasarkan penuturan sang istri, Hapsah, Chairil memang kerap mempelajari sajak-sajak penyair luar negeri.
Chairil Anwar banyak menciptakan puisi, beberapa yang terkenal yakni Aku, Karawang-Bekasi hingga Diponegoro.
Bahkan, puisi Chairil Anwar yang berjudul ‘Aku’ dianggap berpengaruh besar dalam sejarah sastra khususnya Angkatan 45.
Karya pria yang juga dikenal sebagai sosok pelopor sastra angkatan 45 itu kemudian dimuat di majalah Timur.
Karyanya yang beraliran eksistnsialisme bahkan membuatnya dijuluki sebagai si ‘Binatang Jalang’.