Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Joko Pinurbo, Sosok Penyair yang Dikenang pada Peringatan Hari Puisi Nasional 2025, Karyanya Mengingatkan pada Chairil Anwar

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 April 2025 | 18:00 WIB
Potret Joko Pinurbo, sastrawan yang dikenang melalui karya-karyanya pada peringatan Hari Puisi Nasional 2025, mengingatkan pada sosok Chairil Anwar (Instagram/joko_pinurbo)
Potret Joko Pinurbo, sastrawan yang dikenang melalui karya-karyanya pada peringatan Hari Puisi Nasional 2025, mengingatkan pada sosok Chairil Anwar (Instagram/joko_pinurbo)

SketsaNusantara.id - Joko Pinurbo seketika jadi perbincangan hangat publik hingga namanya jadi trending topic di X (dulu Twitter) pada peringatan Hari Puisi Nasional 2025.

Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap 28 April merupakan momen untuk mengenang penyair legendaris Chairil Anwar yang wafat pada tahun 1949 silam.

Chairil, sebagai pelopor puisi modern Indonesia, telah meninggalkan warisan besar yang terus dirayakan melalui berbagai kegiatan seperti pembacaan puisi, diskusi sastra, dan lomba menulis.

Baca Juga: Kenapa Hari Puisi Nasional Tanggal 28 April? Sejarah Puisi di Indonesia hingga Kaitannya dengan Sosok Chairil Anwar

Namun, pada peringatan Hari Puisi Nasional 2025 warganet tak hanya mengenang Chairil Anwar tetapi juga menyebut nama Joko Pinurbo.

Netizen ramai-ramai mengenang penyair jenaka yang akrab disapa Jokpin ini. Sang penyair telah tiada dan para penggemar sastra mengenang Joko Pinurbo yang meninggal dunia pada 27 April 2024, sehari sebelum peringatan Hari Puisi Nasional.

Mengenal lebih dekat Joko Pinurbo, berikut profil singkat dan rekam jejaknya sebagaimana dihimpun SketsaNusantara.id dari laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Joko Pinurbo merupakan sastrawan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat pada tangga 11 Mei 1962. Pria bernama lengkap Philipus Joko Pinurbo ini terlahir dari keluarga sederhana.

Baca Juga: Bentuk Support dan Cinta Meski Telah Berpisah, Sepenggal Puisi Ciptaan Natasha Rizky Buat Desta Banjir Air Mata

Anak seorang guru sekolah dasar ini menghabiskan masa kecilnya di Sukabumi sebelum pindah ke Sleman, Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan menengah di SMP Sanjaya Babadan.

Bakat menulisnya mulai terlihat saat ia bersekolah di Seminari Menengah Peter Canisius Mertoyudan, Magelang. Jokpin pertama kali menulis puisi, sejak duduk di bangku SMA.

Jokpin melanjutkan pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau yang kini dikenal sebagai Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Joko menjadi guru di almamaternya sembari aktif di dunia jurnalistik sastra. Ia terlibat sebagai editor di majalah Basis dan Sadhar serta pernah bekerja di PT Grasindo Yogyakarta dan Bank Naskah Scholastic.

Jokpin dikenal sebagai penyair yang unik dan memberikan gaya dan warna tersendiri dalam dunia puisi Indonesia karena pendekatannya yang penuh humor, sederhana, namun sarat makna.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X