Minggu, 19 Juli 2026

7 Fakta Sejarah Hari Film Nasional 30 Maret, Awal Mula Perfilman Indonesia dan Peran Usmar Ismail

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi fakta sejarah Hari Film Nasional 30 Maret 2026. (Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi fakta sejarah Hari Film Nasional 30 Maret 2026. (Pexels/cottonbro studio)

SketsaNusantara.id - Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret di Indonesia. Tanggal ini bukan dipilih secara acak, melainkan memiliki kaitan langsung dengan sejarah perfilman nasional.

Peringatan tersebut berhubungan dengan produksi film “Darah dan Doa” yang disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini mulai menjalani proses pengambilan gambar pada 30 Maret 1950.

Momentum tersebut kemudian dianggap sebagai tonggak penting. Sejak saat itu, perfilman Indonesia memasuki fase baru dengan semangat nasionalisme.

Baca Juga: 8 Link Twibbon Hari Film Nasional 2026, Unggah di Media Sosial pada 30 Maret Mendatang

Hari Film Nasional secara resmi ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1999. Penetapan ini dilakukan untuk menghargai kontribusi dunia perfilman bagi bangsa.

Berikut tujuh fakta sejarah Hari Film Nasional yang penting diketahui.

Pertama, tanggal 30 Maret dipilih berdasarkan hari pertama pengambilan gambar film “Darah dan Doa”. Film tersebut diproduksi oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini).

Kedua, Usmar Ismail dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Ia dianggap sebagai pelopor yang membawa identitas nasional dalam karya film.

Baca Juga: Cari Tontonan Seru? Ini 5 Rekomendasi Film Komedi Keluarga Paling Menghibur di Momen Idul Fitri

Ketiga, film “Darah dan Doa” memiliki nilai sejarah karena seluruh prosesnya dilakukan oleh tenaga lokal. Hal ini berbeda dengan film sebelumnya yang banyak diproduksi oleh pihak asing.

Keempat, Hari Film Nasional baru ditetapkan secara resmi puluhan tahun setelah peristiwa tersebut. Penetapan dilakukan pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

Kelima, tujuan utama peringatan ini adalah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap film nasional. Selain itu, peringatan ini juga mendorong perkembangan industri perfilman.

Keenam, peringatan Hari Film Nasional menjadi ajang penghargaan bagi insan perfilman. Berbagai kegiatan biasanya digelar untuk merayakan momen tersebut.

Ketujuh, perkembangan perfilman Indonesia terus mengalami perubahan. Industri ini mengikuti dinamika teknologi dan selera penonton.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X