Sedangkan Zidosha Sokyaku namanya berubah menjadi Djawatan Angkoetan Darat.
Setahun kemudian tepatnya tahun 1946, pemerintah memutuskan untuk menggabungkan kedua institusi tersebut menjadi Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau DAMRI.
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Kementerian Perhubungan RI Nomor 01/DAMRI/46, di mana tanggal 25 November 1946 diperingati sebagai hari pendirian DAMRI.
Sering berjalannya waktu, pemerintah mengubah status DAMRI, dari milik Badan Pimpinan Usaha Perusahaan Negara (BPUMN) menjadi Perusahaan Negara (PN).
Di tahun 1984, status DAMRI kembali diubah menjadi Perusahaan Umum atau Perum.
Meski berkaitan dengan sejarah berdirinya DAMR, namun peringatan Hari Angkutan Nasional tidak diperingati pada tanggal 25 November.
Hingga saat ini, masih belum ada informasi pasti yang menjelaskan mengapa Hari Angkutan Nasional diperingati setiap tanggal 24 April.
Tujuan Peringatan Hari Angkutan Nasional
Dikutip dari laman Facebook BPS Provinsi Kalimantan Tengah, peringatan Hari Angkutan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
Sementara itu, dari laman BPS Kudus, ada 2 tujuan utama lainnya dalam peringatan Hari Angkutan Nasional.
Salah satunya memberdayakan transportasi umum sebagai solusi mengurangi kemacetan.
Tujuan lainnya yakni untuk menjadikan penggunaan transportasi umum sebagai bagian dari upaya menjaga fasilitas umum untuk terus berkembang.
Cara Memperingati Hari Angkutan Nasional
Selain membagikan ucapan maupun twibbon yang. umum dilakukan, ada cara lain yang bisa dilakukan dalam memperingati Hari Angkutan Nasional.