SketsaNusantara.id – Misi Artemis II yang dilakukan pada 1 – 10 April 2026 telah berjalan dengan sukses.
Misi ini membawa 4 orang astronot yang masing-masing bernama Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.
Tujuan dari dijalankannya misi ini adalah untuk membawa manusia kembali ke orbit bulan untuk pertama kalinya sejak 50 tahun lalu.
Baca Juga: 2 Tahun Polemik Ijazah Jokowi, Jusuf Kalla Akui Sudah Menasihati dan Menolak Bertemu Pihak Tertentu
Perjalanan ke luar angkasa ini menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan pesawat luar angkasa Orion.
Selama 10 hari di luar angkasa yang tidak ada gravitasi, tentu menjadi pengalaman yang menakjubkan bagi para astronot tersebut.
Sepulangnya ke bumi, sebuah perbedaan dirasakan oleh astronot yakni harus kembali beradaptasi dengan gravitasi di bumi.
Gravitasi merupakan gaya tarik menarik antara dua benda yang memiliki massa. Semakin besar massa suatu benda, maka semakin kuat gaya tariknya.
Hal ini tidak terjadi di luar angkasa di mana gravitasi di atas sana nyaris 0 (nol). Maka jika suatu benda ada di luar angkasa, maka ia akan melayang.
Hal itulah yang dirasakan oleh para astronot di luar angkasa selama menjalankan sebuah misi.
Jadi, sekembalinya dari luar angkasa ke bumi, tubuh harus kembali beradaptasi dengan gravitasi di bumi.
Baca Juga: 2 Tahun Polemik Ijazah Jokowi, Jusuf Kalla Akui Sudah Menasihati dan Menolak Bertemu Pihak Tertentu
Hal ini berdampak ke salah satu aktivitas yang terbiasa dilakukan yaitu berjalan. Ketika sudah mendarat di bumi, maka tubuh perlu menyesuaikan diri kembali dengan gravitasi bumi.