Rabu, 17 Juni 2026

10 Hari Menjalankan Misi Artemis II di Luar Angkasa, Astronot Wanita Ini ‘Oleng’ saat Belajar Berjalan di Gravitasi Bumi

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB
Potret astronot wanita bernama Christina Koch yang kembali belajar berjalan di gravitasi bumi setelah menjalani misi Artemis II di luar angkasa. (Instagram/astro_christina)
Potret astronot wanita bernama Christina Koch yang kembali belajar berjalan di gravitasi bumi setelah menjalani misi Artemis II di luar angkasa. (Instagram/astro_christina)

Salah satu astronot yang membagikan pengalaman ketika harus kembali belajar berjalan adalah Christina Koch.

Berdasarkan pantauan tim SketsaNusantara.id dari video yang dibagikan akun Instagram @astro_christina pada 17 April 2026, Christina membagikan saat dirinya kembali belajar berjalan.

Dalam video yang diunggah, Christina sedang dipandu oleh 2 orang instruktur untuk kembali bisa berjalan dengan lancar.

Namun seperti yang sudah dijelaskan di atas, Christina tidak langsung bisa melakukannya dengan lancar.

Wanita yang juga seorang peselancar ini, harus berusaha keras untuk menyeimbangkan tubuhnya agar bisa berjalan kembali dengan normal.

“Kayaknya aku harus nunggu sebentar nih sebelum bisa selancar lagi,” tulis Christina dikutip oleh tim redaksi.

Christina menjelaskan apa yang dirasakannya saat berada di luar angkasa yang gravitasinya nyaris nol.

“Waktu kita tinggal di lingkungan tanpa gravitasi (mikrogravitasi), sistem di tubuh kita yang harusnya kasih tahu otak kalau kita lagi gerak—namanya organ vestibular—jadi nggak berfungsi normal,” tambahnya.

Hal itu membuat otak dan mata harus bekerja keras agar kembali sinkron untuk menyeimbangkan tubuh agar tidak ‘oleng’.

“Akhirnya otak kita belajar buat cuekin sinyal itu. Nah, pas baru balik lagi ke Bumi, kita jadi ketergantungan banget sama mata buat nentuin posisi tubuh secara visual,” imbuhnya.

Christina mengumpamakan hal itu dengan berjalan jinjit dengan mata yang tertutup. Seperti itulah kesulitan yang dirasakan saat kembali belajar berjalan.

“Coba deh jalan jinjit lurus sambil menutup mata, pasti berasa susah banget!” jelasnya.

Namun menurut Christina, hal tersebut justru bermanfaat untuk masalah saraf dan keseimbangan.

“Tapi, belajar soal ini tuh penting banget buat bantu kita tahu cara nanganin vertigo, gegar otak, sama masalah saraf keseimbangan lainnya di Bumi,” sambungnya.

Kendati demikian, Christina merasa bersyukur karena setelah 7 hari mendarat ke bumi, tubuhnya perlahan sudah bisa beradaptasi kembali dengan gravitasi bumi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X