SketsaNusantara.id - Kasus bayi yang hampir saja lepas dari tangan ibunya dan diberikan kepada ibu lain di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kini sampai di podcast Denny Sumargo.
Ia adalah Nina, ibu yang viral beberapa hari yang lalu karena ia hampir kehilangan bayinya yang rupanya diberikan kepada orang lain oleh pihak suster senior rumah sakit tersebut.
Meski bayinya sudah kembali, namun Nina masih syok berat sebab ia sadar jika beberapa detik saja terlambat maka ia akan benar-benar kehilangan bayinya.
Kepada Denny Sumargo Nina membeberkan bahwa setelah kejadian tersebut tak ada penyelesaian total dari rumah sakit, hanya permintaan maaf saja.
Namun tak berhenti disitu, rupanya pihak Nina kemudian menerima banyak laporan dari warganet bahwa banyak kejadian serupa di rumah sakit tersebut.
Nina bahkan menerima laporan bahwa kejadian serupa terjadi berkali-kali, bahkan sejak tahun 1980.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Jember Diprediksi Lampaui Nilai APBD
Sebab tak puas maka dengen menggandeng beberapa pengacara, salah satunya Krisna Murti kini Nina akan menempuh jalur hukum.
Didampingi kuasa hukumnya, Nina tidak hanya membawa kesedihan, tapi juga tumpukan berkas dan kecurigaan besar, apakah ini murni kelalaian rumah sakit, atau ada indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Krisna Murti menyatakan bahwa kasus Nina ini akan bisa menjadi pintu gerbang untuk mengungkap peristiwa-peristiwa besar yang bisa saja terjadi di rumah sakit besar di Bandung tersebut.
Baca Juga: Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
"Setelah saya rangkum pembicaraan dengan Nina dan Teh Mira( pengacara yang lain), oke kita dampingi dan saya terima kuasanya dan saya akan ke Bandung untuk menelusuri masalah ini," tegas Krisna Murti dikutip dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Saat Krisna Murti dan tim nya mendatangi RSHS, ia mempertanyakan berita kesepakatan damai yang diungkapkan rumah sakit, meski hal itu belum terjadi.