Berdasarkan data terkini, Jember masih memiliki sekitar 90 ribu Kepala Keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 atau kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang
Kondisi ini digambarkan sebagai masyarakat yang hidup dengan sistem gali lubang tutup lubang hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.
Meski Jember mencatatkan laju penurunan kemiskinan tercepat di wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait mengaku belum puas.
Dia mengkritik minimnya keterlibatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam koordinasi pengelolaan hutan oleh pemerintah pusat selama ini.
Baca Juga: Cara Jitu Pemkab Jember Tingkatkan Pajak Asli Daerah Tanpa Membenani Rakyat dengan Kenaikan Tarif
Gus Fawait berharap Kementerian Kehutanan dan Perhutani dapat lebih proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.
"Sinergi data kemiskinan daerah dianggap sebagai kunci utama agar distribusi hak kelola lahan tepat sasaran dan mampu memutus rantai kemiskinan di Jember secara permanen," paparnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI