SketsaNusantara.id - Di tengah upaya gencatan senjata dalam situasi ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, muncul postingan tak biasa yang diunggah Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Indonesia.
Belum lama ini, unggahan Kedubes Iran di platform X (dulu Twitter) mencuri perhatian publik lantaran menggunakan sandi morse.
Sandi morse dikenal menggunakan kombinasi titik (sinyal pendek) dan garis (sinyal panjang) untuk mewakili huruf, angka dan tanda baca yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan rahasia.
Sinyal ini seolah menjadi 'kode rahasia' dalam komunikasi jarak jauh dan dulu sering dipakai selama Perang Dunia I dan II.
Kedubes Iran di Indonesia mengunggah sandi morse berisi pesan panjang saat membalas pesan dari Kedubes Iran di Palestina.
".- / .-- .- .-. / .-- .- ... / .. -- .--. --- ... . -.. / --- -. / .. .-. .- -. / .-.-.- / -... ..- - / - .... . / --- ..- - -.-. --- -- . / .-- .- ... -. .----. - / .-.-.- / .. .-. .- -. / ... - --- --- -.. / .. - ... / --. .-. --- ..- -. -.. / -....- / .- -. -.. / ... --- --- -. / .-- .. .-.. .-.. / .-- .. -. / .-.-.-," begitulah yang tertulis dalam unggahan akun X @IraninIndonesia pada hari Selasa, 7 April 2026.
Unggahan tersebut seketika memicu rasa penasaran publik dan sempat jadi perbincangan hangat di media sosial.
Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak kedutaan. Namun, kode morse ini diduga berisikan pesan tentang komitmen Pemerintah Iran yang saat ini sedang berperang dengan AS-Israel.
Warganet mencoba memecahkan isi pesan rahasia tersebut dengan bertanya pada kecerdasan buatan Grok. Ternyata, pesan tersebut disampaikan dalam bahasa inggris.
"A war was imposed on Iran. But the outcome wasn't. Iran stood its ground - and soon will win," itulah arti pesan yang dienkripsi dari sandi morse unggahan Kedubes Iran.
Pesan tersebut berarti, "Perang dipaksakan kepada Iran. Tetapi hasilnya tidak demikian. Iran mempertahankan pendiriannya - dan akan segera menang."
Pesan ini disampaikan dengan cara misterius dan menekankan bahwa Iran bukan pihak yang memulai agresi hingga menimbulkan situasi menegangkan di Timur Tengah.