news

Bulog Jember Salurkan 8.000 Ton Beras Bantuan Pangan, Sasar 390 Ribu Penerima

Jumat, 10 April 2026 | 12:53 WIB
Proses penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Pemkab Jember dan Perum Bulog Cabang Jember resmi memulai pendistribusian bantuan pangan guna menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember.

Bertempat di Kantor Bulog Cabang Jember, Jumat 10 April 2026, langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Kepala Bulog Cabang Jember, M. Ade Saputra, mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat di wilayahnya tercatat sebanyak 390.744 orang.

Baca Juga: Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang

Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan data sebelumnya, yang sekaligus menjadi indikator positif terhadap kondisi ekonomi di Kabupaten Jember.

"Kami telah menyiapkan mekanisme teknis, baik melalui aplikasi maupun petugas di lapangan, untuk memastikan penyaluran berjalan lancar. Hari ini, distribusi difokuskan pada tiga kecamatan kota, yakni Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari," ujar Ade.

Dalam program bantuan periode Februari dan Maret ini, Bulog Jember mengalokasikan stok pangan dalam jumlah besar, di antaranya beras sebanyak 8.000 ton dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Baca Juga: Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang

"Termasuk minyak goreng yang tersedia stok sebanyak 1,8 juta liter sebagai pendamping bantuan pangan," ungkapnya.

Selain fokus pada distribusi bantuan, Ade Saputra juga memaparkan serapan hasil panen petani lokal.

“Terhitung sejak Januari hingga awal April 2026, Bulog Jember telah menyerap sebanyak 168.000 ton Gabah Kering Panen (GKP),” imbuhnya.

Baca Juga: Senyum Sanima di Balik Roda Baru, Wujud Nyata Kepedulian Pemkab Jember

Serapan maksimal ini dipicu oleh kebijakan fleksibilitas harga yang memungkinkan Bulog tetap menyerap gabah petani, meski terdampak cuaca ekstrem atau hujan tinggi.

Kondisi ini membawa dampak signifikan pada kenaikan harga di tingkat produsen, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani sesuai arahan presiden.***

Halaman:

Tags

Terkini