Apriyanti juga ikut menunjukkan bukti karcis parkir kepada petugas hingga polisi melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi.
"Tanya satpam sama petugas parkir tidak ada yang tahu. Jadi, saya langsung masuk lagi ke dalam kantor sambil nangis dan mengadu sama polisi," katanya.
"Saya syok cuma kepikiran lapor sama polisi. Bilang motor saya hilang, padahal kunci, STNK, masih ada. Buktinya ini karcis parkir juga masih saya pegang," pungkasnya.
Peristiwa ini pun menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyampaikan simpati kepada korban, namun tak sedikit pula yang menyindir kondisi keamanan termasuk CCTV rusak di sekitar lokasi.
Ada pula yang menilai kejadian ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan di area pelayanan publik.
"Turut prihatin, tapi beneran ini miris banget, masa' iya motor hilang di parkiran samsat? Heran, segitu nggak amannya kantor polisi sampe maling pun berhasil nyolong di Samsat," komentar warganet.
"Puncak komedi ketika lu kemalingan di tempat yang banyak polisinya. Kenapa CCTV selalu rusak ketika dibutuhkan," sindir warganet lainnya.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Resmi Memperbolehkan Pembayaran Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama
"Kunci, STNK, dan karcis parkir masih dipegang, tapi motor hilang. Kendaraan bisa keluar parkiran tanpa pengawasan. Semoga ada pertanggungjawaban dari pihak Samsat. CCTV rusak juga harusnya dibenerin," tulis warganet lainnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan di fasilitas publik, termasuk area parkir instansi pemerintah, masih perlu mendapat perhatian lebih serius.
Publik berharap ada tindak lanjut dan pertanggungjawaban dari pihak terkait. Masyarakat datang ke tempat pelayanan publik untuk memenuhi kewajiban sebagai warga negara sehingga sudah seharusnya mereka juga mendapatkan rasa aman selama berada di tempat tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini