"Dengan menaikkan harga BBM maka subsidi kita berkurang sehingga fiskal kita tidak terbebani terlalu besar. Justru kalau kita naikkan harganya sehingga pemakaian BBM akan berkurang dan ini mendorong penghematan energi," tutur JK.
"Kalau BBM naik, orang akan jarang bepergian, mungkin yang punya motor atau mobil mampu beli tapi mereka akan lebih hemat.
Jadi, untuk stabilitas ekonomi kita, itu langkah yang harus menjadi pertimbangan," terangnya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bansos Tambahan di Tengah Wacana BBM Naik, Penerima Bisa Melonjak 2 Kali Lipat
Usulan JK ini mencuri perhatian publik dan jadi perbincangan hangat hingga menuai pro kontra di media sosial.
Ada yang setuju dengan pendapat JK sebagai salah satu solusi penghematan energi, namun banyak yang menilai usulan ini kurang tepat.
Warganet mendesak pemerintah untuk melakukan efisiensi, termasuk dengan mengurangi anggaran untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang mencapai ratusan triliun pada APBN 2026.
"Usulan yang bagus pak, tapi coba tolong pikirkan lagi kalo harga BBM naik, semua harga bahan pokok ikut naik. Kemarin plastik aja udah berdampak harganya meroket akhirnya ngaruh ke bahan baku pangan," komentar salah satu netizen.
"Daripada naikin BBM mending efisiensi anggaran, coba lihat itu anggaran MBG sampe 335 T padahal uangnya bisa dialihkan ke sektor lain, apalagi kalo lagi kondisi darurat begini," imbuh warganet lainnya.
"Pak, warga udah sengsara pemerintahnya ambil kebijakan seenaknya, ditambah BBM naik, masa' mau healing kita nggak bisa? justru masyarakat malah lebih sengsara. Rakyat kecil udah susah masih disuruh hemat, coba itu tunjangan DPR dipotong langsung protes," tulis warganet lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini