news

Penjelasan BMKG Terkait Gempa 7,6 SR di Maluku Utara, Peringatan Dini Tsunami Dinyatakan Berakhir, Begini Kondisi Pesisir di Sejumlah Wilayah

Kamis, 2 April 2026 | 15:00 WIB
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa magnitudo 7,6 SR mengguncang Bitung, Sulawesi Utara (bmkg.go.id)

Baca Juga: Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Bengkulu, BMKG Ungkap Penyebab hingga Potensi Terjadinya Tsunami, Berpusat di Zona Megathrust?

Gempabumi dirasakan cukup kuat di Kota Ternate yang sempat membuat masyarakat panik. Warga Manado, Gorontalo Utara hingga Boalemo dan Pohuwato merakan getaran cukup kuat hingga sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan setidaknya ada lebih dari 45 kali terjadi gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai magnitudo 5.8 SR yang terjadi sekitar pukul 10:23 WIB berpusat di Jailolo Halmahera Barat.

BMKG juga telah akan menurunkan tim ahli untuk mengetahui kerusakan akibat gempa susulan. Selain itu, BMKG juga akan melakukan upaya pengumpulan data dengan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate.

"Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya," ucap Rahmat Triyono, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Baca Juga: Penjelasan BMKG Terkait Gempa 6,4 SR yang Mengguncang Pacitan: Termasuk Megathrust Jawa dan Tidak Berpotensi Tsunami hingga Terjadinya Gempa Susulan

Berdasarkan informasi yang beredar, guncangan gempabumi yang cukup kuat menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik.

Dalam video yang diunggah warganet di X, dilaporkan sebagian dinding bangunan di Gedung KONI Sario Manado runtuh.

Begitu pula dengan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang cukup kuat dirasakan dini hari tadi.

Baca Juga: Sekolah Berjarak 100 Meter dari Pantai, SMPN 3 Puger Jember Latih Siswa Hadapi Gempa dan Tsunami

Terkait hal ini, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan keselamatan serta keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan," tulis BMKG dalam laman resminya.

"Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan tidak termakan berita hoaks yang belum jelas kebenarannya serta diimbau selalu memperbarui informasi dari akun media sosial maupun situs resmi BMKG," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini