Kamis, 4 Juni 2026

Penjelasan BMKG Terkait Gempa 7,6 SR di Maluku Utara, Peringatan Dini Tsunami Dinyatakan Berakhir, Begini Kondisi Pesisir di Sejumlah Wilayah

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 2 April 2026 | 15:00 WIB
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa magnitudo 7,6 SR mengguncang Bitung, Sulawesi Utara (bmkg.go.id)
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa magnitudo 7,6 SR mengguncang Bitung, Sulawesi Utara (bmkg.go.id)

SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa bumi 7,6 SR mengguncang Bitung, sulawesi Utara yang terasa hingga Ternate, Maluku Utara.

Sebelumnya, BMKG mengumumkan terjadinya gempa dengan magnitudo 7,6 SR yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua pada pukul 05:48 WIB.

Episenter atau pusat gempa berada di laut sekitar 129 Km arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dan menjelaskan bahwa gempa yang mengguncang Maluku Utara merupakan gempa dangkal akibat akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dau Sulawesi Utara Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, Minta Warga Tenang dan Waspada

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku," ungkap Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam pernyataan tertulis, dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi BMKG pada hari Kamis, 2 April 2026.

"Hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault), dan berpotensi terjadi tsunami," terangnya.

Terbaru, BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 09:56 WIB dengan memantau muka air di sejumlah wilayah pesisir pantai mulai dari wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara hingga Gorontalo.

"Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut terjadi di sejumlah wilayah. Seperti di Halmahera Barat ketinggian air terpantau mencapai 0.30 m dan di Bitung ketinggian air 0.20 m sekitar pagi tadi," kata Faisal.

Baca Juga: 6 Fakta Gempa M 7,6 di Sulut dan Malut, BMKG Ungkap Penyebab, Dampak Kerusakan hingga Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah

BMKG juga mengamati sejumlah wilayah seperti di Sidangoli, Halmahera, Maluku Utara terjadi kenaikan muka air dengan ketinggian 0,35 m pada pukul 06:16 WIB.

Selang beberapa menit kemudian, kenaikan muka air di wilayah Minahasa Utara terpantau mencapai ketinggian 0.75 m.

Sementara itu, muka air di wilayah Belang, Sulawesi Utara naik dengan ketinggian 0.68 m disusul wilayah Bumbulan, Gorontalo yang mengalami kenaikan muka air laut dengan ketinggian 0.13 m.

Lebih lanjut, BMKG membeberkan bahwa gempabumi ini berdampak di 3 provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, hingga Gorontalo.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: bmkg.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X