SketsaNusantara.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat literasi terbaik di Indonesia.
Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAPN) secara resmi kembali memberikan predikat Akreditasi A kepada perpustakaan ini, sebuah pencapaian yang membuktikan konsistensi mutu di tengah pesatnya modernisasi.
Keberhasilan ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap sembilan pilar utama kualitas perpustakaan.
Tim asesor mengevaluasi berbagai aspek mulai kekayaan koleksi, kelengkapan sarana prasarana, hingga kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, poin krusial seperti inovasi, manajemen pengelolaan, serta kontribusi perpustakaan dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat menjadi faktor penentu diraihnya nilai tertinggi tersebut.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag, M.M., CPEM menegaskan bahwa, capaian ini adalah representasi dari sinergi dan dedikasi seluruh elemen kampus dalam menghidupkan budaya baca.
"Predikat ini adalah bukti resiliensi kita. Perpustakaan UIN KHAS Jember terbukti mampu beradaptasi dengan arus digitalisasi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat ilmu pengetahuan," ujar Prof. Hepni, Rabu 1 April 2026.
Dia juga menegaskan, komitmen penuh pihak rektorat dalam mendukung percepatan literasi digital di lingkungan kampus.
“Sebagai bagian dari strategi mempertahankan reputasi unggul, UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember kini semakin fokus pada layanan berbasis teknologi,” imbuhnya.
Baca Juga: Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Paparkan Evaluasi PBAK 2025: Tahun Depan Harus Ditingkatkan Kembali
Beberapa langkah strategis yang telah diimplementasikan meliputi peluncuran aplikasi e-Library berbasis Android serta akses luas terhadap referensi internasional digital (e-resources).
“Termasuk penggunaan sistem sirkulasi mandiri dan integrasi QR Code untuk mempermudah akses informasi layanan dan pengembangan konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, Museum) yang memfokuskan diri pada digitalisasi manuskrip kuno Nusantara,” paparnya.