Siswa diperbolehkan meminta kembali jika perlengkapan habis. Hal ini berlaku untuk buku, pulpen, maupun kaos kaki. Syaratnya, barang tersebut sudah tidak bisa digunakan.
Guru tersebut menjelaskan alasan kebijakan itu diterapkan. Ia menyebut agar barang tidak cepat rusak. Selain itu, penggunaan juga bisa lebih terkontrol.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa. Anak-anak diminta tetap semangat untuk sekolah. Ketersediaan alat tulis diharapkan tidak menjadi hambatan.
Sebelumnya, cerita tentang kondisi siswa di sekolah ini sempat viral. Disebutkan bahwa harga buku cukup mahal bagi mereka. Kondisi ini membuat siswa menggunakan satu buku untuk berbagai pelajaran.
Video terbaru ini kembali menjadi perhatian publik. Jumlah penayangan terus bertambah di media sosial. Banyak warganet menyoroti kondisi pendidikan di daerah tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan aktivitas di lingkungan sekolah terpencil. Momen sederhana tersebut terekam dan menyebar luas. Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!