SketsaNusantara.id - Badan Eksekutif Mahasiswa akui mendapatkan teror setelah melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kritik tersebut disampaikan melalui sebuah surat yang dikirimkan ke UNICEF ketika menyoroti tragedi siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nekat mengakhiri hidupnya karena tak bisa membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.
Dalam suratnya, Tiyo menyebut tragedi ini sebagai kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan yang sudah diatur dalam UUD 1945.
Tiyo menilai komitmen tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam kebijakan yang mampu menjangkau anak-anak dari keluarga miskin di daerah terpencil.
Ia juga menyinggung kebijakan pemerintah yang terkesan memprioritaskan program MBG (Makan Bergizi Gratis) ketimbang memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
"Akar penyebab dari tragedi ini adalah egoisme individu dan politik dari Presiden kita yang sombong, Prabowo Subianto. Bukannya memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki kesetaraan dan keadilan sistemik, ia justru sengaja memotong anggaran pendidikan untuk kebijakan yang berbiaya tinggi, berisiko bencana, dan berpotensi keracunan makanan yang disebut Makan Bergizi Gratis," tulis Tiyo dalam suratnya.
"Maka, malapetaka kegagalan negara ini tidak seharusnya menyebabkan keluarga dari pedesaan miskin menginternalisasi ketidakadilan struktural sebagai kesalahan diri sendiri, sementara Presiden kita yang tidak manusiawi mengeksploitasi kemiskinan sebagai pengaruh elektoral untuk pemilihan umum 2029," tandasnya.
Surat tersebut disampaikan secara terbuka dan diunggah di akun Instagram pribadinya pada tanggal 6 Februari 2026. Salah satu yang ramai jadi sorotan adalah kritik pedas untuk presiden.
Meski begitu, banyak warganet yang memberikan dukungan, meski tak sedikit yang mengkritik agar tragedi ini tidak dipolitisasi dan lebih fokus memberikan solusi konkret di masyarakat.
Namun, tak lama setelah mengirimkan surat bernada kritik untuk Presiden, Ketua BEM UGM mengaku mendapat pesan bernada ancaman dari aplikasi chat WhatsApp.
Teror tersebut berupa ancaman penculikan yang didapatnya lewat pesan misterius dari nomor tak dikenal. Isi pesannya menyebut Tiyo sebagai "agen asing" yang dinilai mencari panggung dengan menjual "narasi sampah".
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Jadi Target Teror Digital di Tengah Memanasnya Aksi Demonstrasi, Tetap Teguh Suarakan Aspirasi Rakyat
Heboh Istri Purbaya Yudhi Sadewa Mendapat Teror Paket Misterius Berisi Darah Segar, Benarkah?
Sherly Annavita Alami Teror dari Lemparan Telur hingga Mobil Dicoret, Diduga Usai Kritisi Bencana di Sumatera
Benarkah DJ Donny Pernah Maju Sebagai Calon Anggota DPR RI? Inilah Sosok Influencer yang Kini Viral Pasca Kena Teror Bom Molotov dan Bangkai Ayam
Teror Melanda Aktivis Greenpeace dan Influencer Isu Banjir Aceh-Sumut, Pengamat: Ini Upaya Pembungkaman...
Gelombang Teror Influencer Pengkritik Bencana Sumatera, Mahfud MD Tegaskan Negara Wajib Beri Rasa Aman