Minggu, 19 Juli 2026

Alarm Kritik! Ketua BEM UGM Diteror hingga Dapat Ancaman Penculikan Usai Kritik Pemerintah saat Suarakan Tragedi Bocah SD di NTT

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:00 WIB
Potret Ketua BEM UGM yang diteror hingga mengaku dapat ancaman penculikan usai kritik pemerintah saat suarakan tragedi bocah SD di NTT dalam surat yang dikirimkannya ke UNICEF (Instagram/tiyoardianto_)
Potret Ketua BEM UGM yang diteror hingga mengaku dapat ancaman penculikan usai kritik pemerintah saat suarakan tragedi bocah SD di NTT dalam surat yang dikirimkannya ke UNICEF (Instagram/tiyoardianto_)

Menilik dari akun Instagram pribadinya, ditemukan sejumlah komentar negatif yang menyebut narasi serupa.

"Ngebet banget pengen terkenal, mau nyari panggung ya. Udah ketahuan cara mainnya, kalo udah dikasih duit juga mingkem ini presma (presiden Mahasiswa) UGM," tulis warganet.

Komentar tersebut diunggah berulang hingga dianggap "buzzer" dengan bertujuan untuk menyerang isu atau tokoh tertentu demi membentuk opini publik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Beri Atensi Khusus Pada Kasus Siswa yang Diduga Mengakhiri Hidup di Ngada NTT, Mensesneg: Kami Prihatin...

Tak hanya itu, Tiyo juga mengaku dirinya diintai, bahkan beberapa kali memergoki ada sejumlah orang tak dikenal diam-diam memotret dirinya dari jauh sejak tanggal 9 hingga 11 Februari 2026.

"Ada yang menguntit dan memotret dari jauh, dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda, setelah memotret mereka bergegas pergi," ungkap Tiyo pada awak media, hari Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam unggahan terbaru di akun Instagramnya, Tiyo menyebut hal ini sebagai "alarm kritik" dan suara rakyat seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman.

Baca Juga: Terungkap Fakta-Fakta Memilukan, Anak 10 Tahun Tewas Mengakhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Alat Tulis di Ngada NTT

"ALARM KRITIK. Orang yang peduli pada bangsanya, apapun ekspresinya, tidak boleh dipandang sebagai ancaman. Indonesia itu milik semua, bukan hanya milik penguasa," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @tiyoardianto_ pada hari Kamis, 12 Februari 2026.

"Adalah hak kita untuk tegur "buruh outsourcing" yang kita pilih lima tahunan sebagai penyelenggara negara ketika kerjanya tidak beres," imbuhnya.

"Kritik harusnya jadi alarm yang membangunkan pemerintah dari tidur panjang, sayangnya, sebagaimana para pemalas, pemerintah lebih senang menghentikan alarm itu supaya bisa lanjut tidur lagi lalu bermimpi tentang Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Baca Juga: Ramai Teror ke Influencer Usai Kritik Bencana Sumatera, Menteri HAM Tegaskan Negara Bukan Pelaku

Dukungan mengalir deras dari para pegiat media sosial seperti Jhon Sitorus hingga artis Melanie Subono.

Dalam unggahannya, Tiyo menyatakan bahwa dirinya bersama BEM UGM akan terus bersuara dan tak akan mundur meski mendapat teror.

"Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar. Selama terus lahir orang-orang waras di Republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang," ucapnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @tiyoardianto_

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X