Sabtu, 18 Juli 2026

Terungkap Fakta-Fakta Memilukan, Anak 10 Tahun Tewas Mengakhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Alat Tulis di Ngada NTT

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 Februari 2026 | 10:03 WIB
Penggalan surat memilukan anak bunuh diri di NTT  (YouTube KOMPASTV )
Penggalan surat memilukan anak bunuh diri di NTT (YouTube KOMPASTV )

 

SketsaNusantara.id – Indonesia kembali berduka, seorang anak berusia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas mengakhiri hidupnya sendiri.

Tragedi memilukan ini diduga kuat dipicu oleh rasa depresi dan malu karena keterbatasan ekonomi yang membuatnya tidak mampu membeli alat tulis untuk sekolah.

Korban, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ditemukan tak bernyawa oleh pihak keluarga di kediamannya dan meninggalkan surat memilukan untuk sang ibu.

Baca Juga: Februari 2026 Dijuluki Perfect Month: Kalender Rapi Tanpa Sisa, Fenomena Langka yang Terulang Setelah 11 Tahun

Tragedi memilukan tersebut membuat Gubernur NTT Melkiades Laka Lena marah dan menyatakan tragedi ini terjadi sebagai kegagalan pemerintah menciptakan sistem perlindungan sosial bagi warganya.

"Perangkat sosial kita gagal, pemerintah kita gagal, provinsi sama dan kabupaten sama (gagal)," tegas Melkiades Laka Lena dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Seiring dengan penyelidikan lebih lanjut, terungkap fakta yang mengejutkan sekaligus menyayat hati.

Baca Juga: Anak Tak Sengaja Lecetkan Mobil Orang, Ibu Ini Tak Kabur dan Tinggalkan Sepucuk Surat, Apa Isinya?

Bahwa keluarga korban, yang hidup di bawah garis kemiskinan, ternyata tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) apapun dari pemerintah.

Meskipun kondisi rumah dan ekonomi keluarga sangat memprihatinkan, nama mereka tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Hal ini membuat mereka tidak mendapatkan akses bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) maupun bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP).

Baca Juga: Pertikaian Rumah Tangga Berakhir Petaka, Istri Alami Luka Bakar Diduga Ulah Suami di Padang Lawas Utara

Menurut keluarga, mereka mengalami kendala administrasi kependudukan sejak berpindah domisili sebab perpindahan tersebut tidak diikuti pembaruan data administrasi sehingga mereka tidak terdata sebagai penerima bantuan pemerintah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X