Siswa diperbolehkan meminta kembali jika perlengkapan habis. Hal ini berlaku untuk buku, pulpen, maupun kaos kaki. Syaratnya, barang tersebut sudah tidak bisa digunakan.
Guru tersebut menjelaskan alasan kebijakan itu diterapkan. Ia menyebut agar barang tidak cepat rusak. Selain itu, penggunaan juga bisa lebih terkontrol.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa. Anak-anak diminta tetap semangat untuk sekolah. Ketersediaan alat tulis diharapkan tidak menjadi hambatan.
Sebelumnya, cerita tentang kondisi siswa di sekolah ini sempat viral. Disebutkan bahwa harga buku cukup mahal bagi mereka. Kondisi ini membuat siswa menggunakan satu buku untuk berbagai pelajaran.
Video terbaru ini kembali menjadi perhatian publik. Jumlah penayangan terus bertambah di media sosial. Banyak warganet menyoroti kondisi pendidikan di daerah tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan aktivitas di lingkungan sekolah terpencil. Momen sederhana tersebut terekam dan menyebar luas. Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mobil MBG Tabrak Pagar SD di Clampar kebumen, Sopir Ngamuk hingga Gigit Jari Warga yang Hendak Menolong
Uang Pribadi Hilang, Guru SD di Jember Geledah 6 Siswa, Berujung Bakal Dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Ternyata Karena...
Orang Tua Salah Satu Siswa SD di Jember Spill Menu MBG, Netizen Soroti Anggarannya: dari yang Rp15 Ribu Jadi...
Siapa Ketua BEM UGM? Ini Profil Tiyo Ardianto yang Mengaku Diteror Usai Kirim Surat ke UNICEF Suarakan Tragedi Kematian Siswa SD di NTT
Alarm Kritik! Ketua BEM UGM Diteror hingga Dapat Ancaman Penculikan Usai Kritik Pemerintah saat Suarakan Tragedi Bocah SD di NTT