SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar temu akrab bersama ribuan mahasiswa penerima beasiswa Cinta Bergema di Kantor Pemkab Jember pada Sabtu 28 Maret 2026.
Momentum ini dimanfaatkan Bupati Jember, Gus Fawait, untuk menegaskan arah kebijakan baru dalam mendukung pendidikan tinggi di wilayahnya.
Di bawah visi Jember Baru Jember Maju, Gus Fawait,sapaan akrab Bupati, mengumumkan transformasi birokrasi dalam penyaluran bantuan pendidikan.
Baca Juga: Rawat Toleransi, Bupati Jember Gus Fawait Puji Semangat Kebinekaan SMA Katolik Santo Paulus
Kini, mahasiswa hanya perlu melewati satu kali proses pendaftaran untuk mendapatkan jaminan pembiayaan hingga masa studi berakhir.
"Kami ingin mempermudah akses pendidikan. Target kami dalam lima tahun ke depan, sebanyak 20.000 mahasiswa Jember dapat merasakan manfaat beasiswa ini," ujar Gus Fawait.
Saat ini, tercatat sudah ada sekitar 7.000 mahasiswa yang terdata dalam basis data pemerintah.
Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini
Meskipun administrasi dipermudah, pemerintah tetap memberlakukan standar kualitas yang ketat.
“Penerima beasiswa wajib mempertahankan atau meningkatkan Indeks Prestasi (IPK) mereka. Penurunan nilai akademik secara konsisten dapat menjadi bahan evaluasi kelayakan penerima bantuan,” imbuhnya.
Untuk meminimalisir kesimpangsiuran informasi, Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan telah menunjuk koordinator di setiap kampus. Selain itu, dibentuk pula wadah resmi bernama Himpunan Mahasiswa Cinta Jember.
“Prioritas saat ini adalah beasiswa jenjang S1 (Sarjana), sedangkan proyeksi masa depan merupakan pembukaan kuota untuk S2 dan S3 menyesuaikan kondisi APBD,” terangnya.
Gus Fawait menutup dengan pesan bahwa penguatan SDM adalah kunci kemajuan Jember, dan pemerintah akan terus mengupayakan ketersediaan anggaran agar cakupan beasiswa bisa merambah ke jenjang pascasarjana di masa mendatang.***