SketsaNusantara.id – Menanggapi ancaman krisis energi dunia yang dipicu oleh eskalasi konflik di Asia Barat antara Iran dan Israel, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan terobosan.
Pemprov Jatim kini bergerak cepat dengan merumuskan langkah-langkah strategis guna penghematan energi.
Dimana fokus utama kebijakan ini adalah menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan Iran Beri Respons Positif, 2 Kapal Pertamina Segera Keluar dari Selat Hormuz
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni.
Ia menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi dampak ekonomi global yang mulai mengancam stabilitas pasokan energi nasional.
"Dengan adanya kebijakan dari Bapak Presiden terkait efisiensi energi, pemerintah provinsi Jawa Timur mengambil kebijakan untuk menerapkan kebijakan 1 hari bekerja dari rumah atau WFH dalam 1 Minggu," ungkap Indah Wahyuni dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Meski demikian, strategi yang diusung Pemprov Jatim tidak hanya mengandalkan pola kerja jarak jauh atau Work From Home (WFH), tetapi juga mendorong perubahan gaya hidup sehat yang berdampak langsung pada penghematan energi.
Tidak hanya menerapkan skema bekerja dari rumah untuk mengurangi mobilitas, tetapi juga mengajak para ASN untuk membudayakan kembali bersepeda ke kantor.
Hal ini disebut merupakan langkah konkret Pemprov Jatim untuk hemat BBM di tengah ketidakpastian global imbas perang Iran.
Baca Juga: Gubernur Jatim Terapkan WFH Tiap Rabu Mulai April 2026, Khofifah Klaim Jadi Solusi Efisiensi BBM
Menurut Indah Wahyuni, kebijakan ini akan bisa menghemat BBM sekitar 20% atau sekitar 108 liter perbulan dengan jumlah ASN Pemprov Jatim sebanyak 81.700 orang.
Dengan WFH 1 hari selama seminggu, Indah Wahyuni menyimpulkan tak hanya hemat BBM namun juga akan mengurangi penggunaan listrik dan air di kantor sekitar 10-15%.