Konten tersebut kemudian menuai reaksi dari berbagai kalangan. Warganet menyoroti penggunaan narasi yang dianggap tidak tepat.
Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Sidanegara 2 Cilacap telah menyampaikan permintaan maaf. Klarifikasi disampaikan melalui pernyataan resmi.
“Saya menyadari bahwa penderitaan di Palestina tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apapun. Tanpa pembelaan diri, terima kasih atas pengingatnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” kata Kepala SPPG Sidanegara 2 Cilacap, Hanif.
Pihak SPPG juga mengakui adanya kelalaian dalam pembuatan konten. Unggahan tersebut telah dihapus dari platform media sosial.
Hingga saat ini, respons publik terhadap peristiwa tersebut masih terus berkembang. Video yang telah dihapus tetap beredar melalui unggahan ulang di berbagai platform.
Peristiwa ini menjadi perhatian di tengah pelaksanaan program MBG. Reaksi publik menunjukkan tingginya perhatian terhadap konten yang beredar di media sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!