Minggu, 19 Juli 2026

Viral MBG di Lampung Datang Terlambat Setelah Anak TK Pulang Sekolah, Wali Murid Soroti Buah Mentah dan Busuk dalam Paket

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Maret 2026 | 19:30 WIB
Wali murid keluhkan MBG yang datang terlambat di Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung.   (Instagram/rahmasafitri5327)
Wali murid keluhkan MBG yang datang terlambat di Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung. (Instagram/rahmasafitri5327)

SketsaNusantara.id - Menjelang libur Lebaran, unggahan mengenai keterlambatan distribusi program Makan Bergizi Gratis ramai beredar di media sosial. Sejumlah pengguna membagikan pengalaman terkait pembagian makanan di sekolah.

Salah satu unggahan berasal dari akun Instagram @rahmasafitri5327. Video tersebut memperlihatkan keluhan terkait pembagian paket makanan di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Lampung.

Unggahan tersebut menyebutkan keterlambatan pengantaran paket MBG pada Jumat, 13 Maret 2026. Peristiwa itu terjadi di TK Dharma Wanita Dipasena Mulya Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang.

Baca Juga: Viral Lele Marinasi untuk Menu MBG di Pamekasan, Konten Kreator Ahli Teknologi Pangan Lakukan Uji Coba Bakteri Salmonela, Hasilnya...

Dalam narasi video tersebut dijelaskan bahwa siswa sudah pulang sebelum paket makanan tiba. Wali murid dan anak-anak sebelumnya diminta meninggalkan sekolah karena distribusi belum datang.

Setelah beberapa waktu, wali murid disebut mendapat informasi bahwa paket MBG telah tiba. Mereka kemudian diminta kembali ke sekolah untuk mengambil jatah makanan.

“Orang tua dan anak-anaknya itu dibubarkan lebih dulu kemudian diinstruksikan sama guru lagi kalau MBG udah dateng,” ujarnya dalam narasi video.

Baca Juga: Viral Penolakan Menu Makan Bergizi Gratis di TK Trenggalek, Wali Murid Kembalikan Paket MBG dari SPPG Tasikmadu

Ia juga menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan menggunakan perahu cepat atau speed. Lokasi pembagian disebut berada di titik yang paling dekat dari jalur distribusi tersebut.

“Jadi, kita balik lagi ke sekolah, tapi ternyata MBG dibagi di sini karena mendistribusikannya pakai speed dan yang paling dekat ya di sini,” imbuhnya.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun juga menyoroti jarak tempat tinggal wali murid menuju sekolah. Menurutnya, kondisi lokasi membuat sebagian orang tua harus menempuh perjalanan cukup jauh.

Selain jarak, kondisi cuaca dan jalan juga disebut memengaruhi perjalanan menuju sekolah. Jalan yang becek dan akses yang tidak mudah menjadi kendala bagi sebagian wali murid.

Ia menyebut situasi tersebut membuat sebagian orang tua harus kembali ke sekolah dua kali dalam satu hari. Hal itu terjadi karena paket makanan datang setelah siswa pulang.

Menurut keterangan dalam video, kondisi serupa juga berdampak pada para guru. Mereka disebut harus menunggu sampai paket makanan tiba dan memastikan pembagian kepada siswa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X