SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan dari seorang penerima manfaat yang mengaku menemukan makanan kedaluwarsa dalam paket yang diterima anaknya di sekolah.
Laporan tersebut disampaikan secara anonim kepada akun media sosial yang kerap membagikan informasi warga, kemudian menjadi perbincangan di dunia maya.
Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh akun @merapi_uncover pada Jumat, 6 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa laporan berasal dari seorang wali murid yang meminta identitasnya disamarkan.
Baca Juga: Anggaran MBG Rp8-10 Ribu Jadi Perdebatan, Netizen Bandingkan dengan Program Makan Balita yang Dinilai Lebih Efisien
Ia mengaku ingin menyampaikan kekecewaan terkait kualitas makanan dalam program MBG yang diterima anaknya di sekolah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @merapi_uncover, pengirim laporan menuliskan pesan kepada admin agar identitasnya tidak diungkap.
Dalam laporan yang disampaikan, wali murid tersebut mengaku ingin menyampaikan rasa kecewanya terhadap pelaksanaan program MBG yang berlangsung di sekolah anaknya.
Ia mengaku ingin menyampaikan kekecewaan terkait kualitas makanan dalam program MBG yang diterima anaknya di sekolah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @merapi_uncover, pengirim laporan menuliskan pesan kepada admin agar identitasnya tidak diungkap.
Dalam laporan yang disampaikan, wali murid tersebut mengaku ingin menyampaikan rasa kecewanya terhadap pelaksanaan program MBG yang berlangsung di sekolah anaknya.
Baca Juga: Viral Menu MBG untuk Anak PAUD: Pisang Kecil, Telur Rebus, hingga Timun Utuh Jadi Sorotan
“Saya ingin mengungkapkan kekecewaan berkelanjutan tentang SPPG yang berjalan di sekolah anak kami,” tulisnya.
Menurutnya, selama bulan puasa, makanan yang diterima oleh anak-anak melalui program tersebut dinilai sangat memprihatinkan.
“Selama puasa MBG kering yang anak kami terima sangat memprihatinkan,” tulis wali murid yang identitasnya disamarka tersebut.
“Saya ingin mengungkapkan kekecewaan berkelanjutan tentang SPPG yang berjalan di sekolah anak kami,” tulisnya.
Menurutnya, selama bulan puasa, makanan yang diterima oleh anak-anak melalui program tersebut dinilai sangat memprihatinkan.
“Selama puasa MBG kering yang anak kami terima sangat memprihatinkan,” tulis wali murid yang identitasnya disamarka tersebut.
Baca Juga: Driver MBG dan Siswi SD di Cianjur Jadi Sorotan, Konten Dinilai Tak Pantas
Unggahan tersebut kemudian dilengkapi dengan beberapa foto yang menunjukkan paket makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Hal yang menjadi perhatian utama dalam laporan tersebut adalah temuan roti yang diduga telah melewati tanggal kedaluwarsa. Wali murid tersebut mengaku menemukan roti dengan tanggal kedaluwarsa yang sudah lewat.
“Hari ini kami mendapati roti yang sudah exp tertanggal 26 Februari 2026 yang ditutupi dengan label kertas baru,” ungkapnya.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dibagikan kepada para siswa.
Foto yang disertakan dalam unggahan tersebut memperlihatkan roti yang dikemas dalam plastik dengan label merek tertentu. Dalam gambar tersebut terlihat adanya label tambahan yang ditempel pada kemasan.
Hal ini memicu dugaan bahwa tanggal kedaluwarsa asli pada produk tersebut mungkin telah ditutupi dengan label lain.
Selain roti, dalam unggahan tersebut juga terlihat beberapa jenis makanan lain yang diduga menjadi bagian dari paket MBG yang diterima siswa.
Beberapa di antaranya terlihat berupa minuman susu kotak, buah, makanan ringan, serta lauk sederhana yang dikemas dalam plastik.
Makanan tersebut diduga merupakan paket makanan kering yang dibagikan kepada siswa selama bulan Ramadan.
Namun, laporan dari wali murid tersebut menyoroti bahwa kualitas makanan yang diterima dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Dalam pesan yang disampaikan kepada admin akun tersebut, wali murid itu juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mencoba menyampaikan keluhan kepada pihak penyelenggara program.
Ia menyebutkan bahwa kritik telah disampaikan melalui pesan langsung di media sosial.
“Kami sudah mengkritik lewat DM Instagram SPPG-nya tapi tidak ada perubahan,” katanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa keluhan tersebut bukan pertama kali disampaikan oleh pihak wali murid.
Namun hingga laporan tersebut diunggah ke publik, ia mengaku belum melihat adanya perbaikan terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
Setelah diunggah oleh akun @merapi_uncover, laporan tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Banyak warganet yang memberikan tanggapan beragam terkait temuan tersebut.***
Unggahan tersebut kemudian dilengkapi dengan beberapa foto yang menunjukkan paket makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Hal yang menjadi perhatian utama dalam laporan tersebut adalah temuan roti yang diduga telah melewati tanggal kedaluwarsa. Wali murid tersebut mengaku menemukan roti dengan tanggal kedaluwarsa yang sudah lewat.
“Hari ini kami mendapati roti yang sudah exp tertanggal 26 Februari 2026 yang ditutupi dengan label kertas baru,” ungkapnya.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dibagikan kepada para siswa.
Foto yang disertakan dalam unggahan tersebut memperlihatkan roti yang dikemas dalam plastik dengan label merek tertentu. Dalam gambar tersebut terlihat adanya label tambahan yang ditempel pada kemasan.
Hal ini memicu dugaan bahwa tanggal kedaluwarsa asli pada produk tersebut mungkin telah ditutupi dengan label lain.
Selain roti, dalam unggahan tersebut juga terlihat beberapa jenis makanan lain yang diduga menjadi bagian dari paket MBG yang diterima siswa.
Beberapa di antaranya terlihat berupa minuman susu kotak, buah, makanan ringan, serta lauk sederhana yang dikemas dalam plastik.
Makanan tersebut diduga merupakan paket makanan kering yang dibagikan kepada siswa selama bulan Ramadan.
Namun, laporan dari wali murid tersebut menyoroti bahwa kualitas makanan yang diterima dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Dalam pesan yang disampaikan kepada admin akun tersebut, wali murid itu juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mencoba menyampaikan keluhan kepada pihak penyelenggara program.
Ia menyebutkan bahwa kritik telah disampaikan melalui pesan langsung di media sosial.
“Kami sudah mengkritik lewat DM Instagram SPPG-nya tapi tidak ada perubahan,” katanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa keluhan tersebut bukan pertama kali disampaikan oleh pihak wali murid.
Namun hingga laporan tersebut diunggah ke publik, ia mengaku belum melihat adanya perbaikan terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
Setelah diunggah oleh akun @merapi_uncover, laporan tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Banyak warganet yang memberikan tanggapan beragam terkait temuan tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bupati Jember Gus Fawait Dorong Satgas dan Pendamping MBG Guna Pastikan Program Berjalan Sempurna
Gus Miftah Blak-blakan soal MBG Program Prabowo, Sebut Pengelolaan yang Bermasalah di Tengah Sorotan 61,2 Juta Penerima
Temuan Belatung pada Puding Program MBG di Lowokwaru, Kepala SPPG Akui Kelalaian Pengolahan
Ikuti Arahan Sultan Hamengkubuwono X, MBG Yogyakarta Dilengkapi Label Gizi hingga Tertera Harga Makanan, Publik Apresiasi Transparansi Gubernur DIY
Heboh MBG di MIN Ngali Bima Dibuang ke Sampah karena Diduga Basi, Ini Penjelasan Resmi SPPG Belo yang Bikin Publik Bertanya
Viral Paket Bundling MBG 3 Hari di Blora, SPPG Ngawen 2 Bagi Menu Kering Rp10 Ribu Selama Ramadan 2026, Ini Aturan Resminya