SketsaNusantara.id - Kabar mengenai larangan open house saat Hari Raya Idul Fitri 2026 yang ramai beredar di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi dari pemerintah. Isu tersebut menyebutkan bahwa Istana Kepresidenan melarang seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk menggelar kegiatan open house maupun halal bihalal.
Namun, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada larangan total terkait pelaksanaan open house pada Lebaran tahun ini. Yang ada, pemerintah hanya mengimbau agar kegiatan tersebut tidak dilakukan secara berlebihan atau bermewah-mewahan.
Penegasan ini disampaikan menyusul terbitnya Surat Edaran dari Istana Kepresidenan yang mengatur pelaksanaan kegiatan selama Idul Fitri 2026. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 lalu.
Baca Juga: Rahasia Bumbu Dasar Awet hingga Hari H Lebaran, Tetap Segar dan Tidak Cepat Basi
“Kami sudah menyampaikan Surat Edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk mengimbau agar tidak berlebihan dalam menyelenggarakan open house maupun halal bihalal,” ujar Prasetyo, Selasa 17 Maret 2026 dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Kompas TV.
Menurutnya, pemerintah tetap memberikan ruang bagi instansi untuk menggelar kegiatan silaturahmi Lebaran. Namun, pelaksanaannya diharapkan mengedepankan kesederhanaan dan tidak menghabiskan anggaran secara berlebihan.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin menumbuhkan rasa empati di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan, termasuk dampak bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah.
“Masih banyak saudara-saudara kita yang kondisinya belum baik. Karena itu, kami mengimbau agar kegiatan open house atau halal bihalal tidak dilakukan secara berlebihan,” jelasnya.
Arahan serupa sebelumnya juga disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet. Ia mengingatkan para pejabat negara agar tidak menunjukkan gaya hidup mewah, terutama pada momen Idul Fitri yang seharusnya menjadi waktu untuk berbagi dan mempererat kebersamaan.
“Kita harus memberi contoh, open house atau kegiatan lainnya jangan terlalu mewah-mewahan,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Baim Wong Pamer Hampers Lebaran dari Presiden Prabowo Subianto, Apa Saja Isinya?
Imbauan ini sekaligus menjadi pesan moral bagi seluruh aparatur negara agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Dalam situasi ekonomi dan bencana yang masih dirasakan sebagian warga, pemerintah ingin memastikan bahwa pejabat publik tetap menunjukkan sikap sederhana dan tidak berlebihan.
Di sisi lain, tradisi open house sendiri merupakan bagian penting dari budaya Lebaran di Indonesia. Kegiatan ini biasanya menjadi ajang silaturahmi antara pejabat, pegawai, dan masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak menghapus tradisi tersebut, melainkan hanya mengarahkan agar pelaksanaannya lebih bijak.