Minggu, 19 Juli 2026

Rentetan Destinasi Wisata di Jember Siap Sambut Pengunjung saat Libur Lebaran

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Maret 2026 | 21:58 WIB
Wisata di kabupaten Jember (Dok Dispar Jember)
Wisata di kabupaten Jember (Dok Dispar Jember)

SketsaNusantara.id – Menyongsong lonjakan pelancong pada musim mudik dan libur Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) menyatakan kesiapan penuh dalam mengelola berbagai sektor wisata unggulan.

Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, mengungkapkan bahwa Jember menawarkan paket wisata komprehensif yang memadukan eksotisme alam, nilai sejarah, hingga wisata edukasi industri.

Di kawasan utara, lereng Gunung Argopuro menjadi daya tarik utama dengan balutan udara segar dan situs purbakala yang edukatif.

Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen

“Bagi mereka yang mencari ketenangan, perkebunan teh Gunung Gambir kini menjadi destinasi favorit untuk kegiatan berkemah (camping),” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 15 Maret 2026.

Namun, bagi pelancong yang haus akan tantangan fisik, Jember menyediakan opsi wisata minat khusus. Salah satunya, adalah canyoneering yang tersedia di wilayah Klungkung (Sukorambi) dan Andongrejo (Tempurejo).

“Selain itu, Jember Mini Zoo di pusat kota kini juga semakin lengkap dengan koleksi satwa baru seperti singa dan harimau, serta berbagai wahana permainan,” imbuhnya.

Baca Juga: Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus

Jember juga memperkuat identitasnya sebagai kota cerutu dan kopi. Di Bin Cigar, wisatawan dapat mengikuti paket edukasi pembuatan cerutu dengan tarif terjangkau, yakni sekitar Rp 100 ribu per orang (minimal kelompok 10 orang).

Selain itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) yang legendaris tetap menjadi destinasi wajib. Selain mempelajari varietas tanaman, pengunjung bisa menemukan inovasi unik seperti produk kecantikan berbasis cokelat.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung hingga lima kali lipat di Pantai Watu Ulo dan Papuma, pihak dinas melakukan langkah preventif terkait isu getok harga kuliner. Kolaborasi dengan UMKM lokal menghasilkan paket seafood dengan harga transparan.

Baca Juga: Apresiasi Pengabdian, Pemkab Jember Jamin Beasiswa Khusus Putra-Putri Kader Posyandu

"Kami menata warung-warung di tepi pantai agar wisatawan bisa menikmati hidangan laut sembari memandang ombak dengan perasaan tenang karena harganya jelas," jelas Bobby.

Menutup keterangannya, Bobby mengingatkan para pelancong untuk kooperatif terhadap petugas gabungan di lapangan.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X