Lebih lanjut, Habiburokhman mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas jika kabar tersebut terbukti benar.
Dugaan Transaksi Ilegal Tramadol di Tanah Abang
Sebelumnya, kabar dugaan penjualan obat keras secara ilegal tersebut mencuat pada 14 Maret 2026.
Akun Instagram @badanperwakilannetizen mengunggah video berisi dugaan transaksi Tramadol.
Akun tersebut mengaku telah melakukan peringatan dengan menggunakan petasan untuk membubarkan transaksi Tramadol di sekitar Tanah Abang.
“Kami Badan Perwakilan Netizen bertanggung jawa atas penyerangan di Flyover Tanah Abang,” tulis akun tersebut.
Aksi yang telah dilakukan sebanyak 2 kali ini bertujuan untuk mendesak pemerintah melakukan sidak ke wilayah yang diduga menjadi tempat transaksi ilegal obat keras tersebut.
“Kami sudah kasih peringatan untuk bapak @habiburokhmanjkttimur untuk menyidak tempat itu,” tulisnya lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!