Lebih lanjut, Habiburokhman mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas jika kabar tersebut terbukti benar.
Dugaan Transaksi Ilegal Tramadol di Tanah Abang
Sebelumnya, kabar dugaan penjualan obat keras secara ilegal tersebut mencuat pada 14 Maret 2026.
Akun Instagram @badanperwakilannetizen mengunggah video berisi dugaan transaksi Tramadol.
Akun tersebut mengaku telah melakukan peringatan dengan menggunakan petasan untuk membubarkan transaksi Tramadol di sekitar Tanah Abang.
“Kami Badan Perwakilan Netizen bertanggung jawa atas penyerangan di Flyover Tanah Abang,” tulis akun tersebut.
Aksi yang telah dilakukan sebanyak 2 kali ini bertujuan untuk mendesak pemerintah melakukan sidak ke wilayah yang diduga menjadi tempat transaksi ilegal obat keras tersebut.
“Kami sudah kasih peringatan untuk bapak @habiburokhmanjkttimur untuk menyidak tempat itu,” tulisnya lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Innalillahi, Seorang Jemaah Meninggal Dunia saat Sholat Tarawih di Masjid Babussalam Depok, Terungkap Amalan yang Dilakukan Almarhum Semasa Hidup
Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras Jadi Sorotan, Kapolri Instruksikan Polda Metro Jaya Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku
Ciri-Ciri Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Terungkap, KontraS Beberkan Detail dari Rekaman CCTV
Kasus Korupsi Kuota Haji 2024: KPK Buka Peluang Tersangka Baru dari Pihak Swasta Setelah Penahanan Gus Yaqut
Dibayar Berapa? Sindiran Dennis Lim untuk Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM, Ingatkan soal Kematian hingga Pengadilan Allah di Akhirat
Gus Fawait Tegaskan Larangan Penggunaan Mobil Dinas Milik Pemkab Jember untuk Mudik Lebaran 2026