SketsaNusantara.id – Menanggapi tren mengkhawatirkan peredaran narkotika di Kecamatan Kalisat, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mengambil peran sentral dalam strategi pencegahan.
Hal ini disampaikan usai agenda santunan anak yatim dan dialog bersama tokoh masyarakat di Kantor Kecamatan Kalisat pada Senin 9 Maret 2026.
Gus Fawait menggarisbawahi bahwa meski penindakan hukum adalah ranah kepolisian, Pemkab Jember memikul tanggung jawab besar dalam membangun benteng pertahanan di masyarakat agar tidak terjerat barang haram tersebut.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Jamin Insentif 21.100 Guru Ngaji Cair sebelum Lebaran
Menurut nupati, kunci utama memutus rantai narkoba terletak pada penguatan nilai spiritual dan pendidikan.
Salah satu kebijakan nyata yang terus dijalankan adalah pemberian insentif bagi para pendidik agama (guru ngaji) dari berbagai latar belakang keyakinan.
"Kami mengedepankan langkah preventif. Itulah mengapa dukungan terhadap kegiatan keagamaan terus diperkuat, karena peran tokoh agama sangat vital dalam menjaga moralitas masyarakat di tingkat paling bawah," tutur Gus Fawait.
Baca Juga: Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Dari sudut pandang ekonomi, Gus Fawait menilai suplai narkoba akan selalu ada selama permintaan pasar masih tinggi.
"Oleh karena itu, edukasi menjadi instrumen utama untuk mematikan permintaan tersebut. Beliau mendorong seluruh institusi Pendidikan," imbuhnya.
Mulai sekolah umum hingga pondok pesantren. Tujuannya, untuk mengintensifkan penanaman nilai moral kepada siswa.
Baca Juga: Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras
Terkait kinerja Tim Percepatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Bupati menegaskan bahwa keberhasilan satgas tersebut mustahil tercapai tanpa partisipasi aktif warga.
Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang bisa dimaksimalkan. Mulai memberdayakan tokoh agama untuk edukasi moral, membekali siswa dengan ketahanan diri melalui nilai agama, hingga menyelaraskan gerak antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.