SketsaNusantara.id– Bupati Jember Muhammad Fawait, melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian Safari Ramadan di Kecamatan Kalisat pada Senin 9 Maret 2026.
Salah satu fokus utamanya adalah meninjau kesiapan layanan kesehatan dan berdialog dengan para kader Posyandu di Balai Desa Sumberjeruk.
Gus Fawait menyoroti posisi Kabupaten Jember yang masih mencatatkan angka cukup tinggi dalam statistik Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Timur.
Baca Juga: Pemkab Jember Jadwalkan Penyerahan Honorarium Guru Ngaji Tahap I 2026
“Persoalan ini, termasuk penanganan stunting, merupakan tantangan besar yang memerlukan sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Untuk menekan angka tersebut, Bupati Jember mendorong optimalisasi Satgas Stunting di tingkat kecamatan.
Keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat bergantung pada koordinasi solid antara Camat dan Kepala Puskesmas dalam melakukan pendataan yang presisi.
"Data anak yang terindikasi stunting harus akurat. Penanganannya pun melibatkan dokter spesialis anak di Puskesmas untuk menentukan metode pengobatan yang tepat sasaran," jelas Gus Fawait.
Selain isu stunting, perlindungan terhadap ibu hamil menjadi prioritas jangka pendek. Gus Fawait menginstruksikan agar seluruh ibu hamil mendapatkan pemeriksaan rutin yang dikonsultasikan langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
Langkah preventif ini bertujuan untuk memetakan kategori risiko kehamilan. Jika ditemukan ibu hamil dengan risiko tinggi, pemerintah daerah mewajibkan proses persalinan dilakukan di rumah sakit agar keselamatan ibu dan anak lebih terjamin melalui penanganan medis yang lengkap.
Baca Juga: Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras
Menutup paparannya, Gus Fawait kembali mengingatkan warga mengenai implementasi Universal Health Coverage (UHC) di Jember.
“Kami menyayangkan masih adanya masyarakat yang merasa ragu untuk berobat ke rumah sakit karena kendala biaya,” imbuhnya.