“Manfaatnya sangat besar bagi warga. Karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Beraksi di Jalan Biduri SPBU Galur Jakarta, 2 Terduga Pencuri Motor Bersenjata Tajam Diringkus Warga
2. Daya Tampung TPST Bantargebang Sudah Sangat Terbatas
Pramono menjelaskan, kondisi daya tampung TPST Bantargebang yang sudah lebih dari kapasitas.
Ia mengungkapkan, setiap harinya, sebanyak 7.400-8.000 ton sampah dikirim dari Jakarta ke TPST Bantargebang.
Menurutnya, perlu diberlakukan pembatasan, salah satunya dengan melakukan pemilahan sampah.
“Bantergebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” ungkapnya.
Selain itu, ia pun meminta pengiriman sampah dialihkan ke Zona 3 dan 2 zona baru selama zona 4A dalam proses pemulihan.
Baca Juga: Aksi Begal di Bekasi Gagal Total, Suami Selamatkan Istri dengan Menabrak Pelaku Menggunakan Mobil
3. Pemprov DKI Bakal Mempercepat Operasional RDF Rorotan
Lebih lanjut, langkah lain yang dilakukan Pemprov DKI untuk mengurangi beban TPST Bantargebang yakni dengan mempercepat pengoperasioan Refuse Delivered Fuel atau RDF Rorotan di Jakarta Utara.
Pramono menilai, dengan mengoperasionalkan RDF Rorotan, bisa mengurangi hingga 1.000 ron sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
“Kalau 1.000 ton bisa diolah di Rorotan, itu sangat signifikan mengurangi sampah yang dikirim ke Bantargebang,” jelasnya.
Saat ini, fasilitas tersebut masih dalam tahap uji coba dan sedang dalam persiapan operasional bersama sejumlah pakar.