“Pak Kepala Dusun di sini memiliki golongan darah A, sehingga sementara belum diperbolehkan mendonor. Beliau sebenarnya sangat antusias, bahkan menjadi salah satu penggerak kegiatan ini,” jelas Purnomo.
Di sisi lain, upaya yang dilakukan oleh PMI Kecamatan Silo mendapat apresiasi dari Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Ia menilai langkah proaktif yang dilakukan di tingkat kecamatan sangat penting untuk menjaga ketersediaan darah, terutama selama bulan Ramadan.
Menurutnya, gerakan donor darah yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa dapat menjadi solusi untuk memastikan stok darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan.
Dengan rencana pengaktifan Desa Sidomulyo sebagai Kampung Donor baru, Kecamatan Silo diproyeksikan menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan darah di kawasan Jember Timur.
Program Kampung Donor yang terus diperluas diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sangat penting dan dapat menyelamatkan banyak nyawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!