“Pak Kepala Dusun di sini memiliki golongan darah A, sehingga sementara belum diperbolehkan mendonor. Beliau sebenarnya sangat antusias, bahkan menjadi salah satu penggerak kegiatan ini,” jelas Purnomo.
Di sisi lain, upaya yang dilakukan oleh PMI Kecamatan Silo mendapat apresiasi dari Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Ia menilai langkah proaktif yang dilakukan di tingkat kecamatan sangat penting untuk menjaga ketersediaan darah, terutama selama bulan Ramadan.
Menurutnya, gerakan donor darah yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa dapat menjadi solusi untuk memastikan stok darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan.
Dengan rencana pengaktifan Desa Sidomulyo sebagai Kampung Donor baru, Kecamatan Silo diproyeksikan menjadi salah satu wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan darah di kawasan Jember Timur.
Program Kampung Donor yang terus diperluas diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sangat penting dan dapat menyelamatkan banyak nyawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
KSR PMI Jember Gelar Mustang 2026, Regenerasi Kepemimpinan Demi Relawan Tangguh dan Organisasi yang Lebih Kuat
PMI Jember Gencarkan Donor Darah Malam Hari Selama Ramadhan, 171 Kantong Terkumpul dalam Semalam
Antusias Mahasiswa Tinggi, Kampus UNEJ Perkuat Stok Darah PMI Jember Selama Ramadhan 1447 H
Estafet Kepemimpinan KSR PMI Jember Berganti, Haidar Al Rafif Siap Jalankan Misi Kemanusiaan Lebih Progresif
Bulan Puasa Baru Sepekan, PMI Jember Pastikan Stok Darah Aman, 1.635 Kantong Siap Layani Kebutuhan Medis