Menurutnya, kegiatan donor darah ini bukan pengalaman pertama. Ia sebelumnya juga pernah mendonorkan darah ketika berada di Kota Malang.
"Ini yang kedua kali saya mendonorkan darah, yang pertama dulu saat masih di Malang," ujarnya.
Donor darah di SMAK Santo Paulus sebenarnya telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Sekolah tersebut secara berkala bekerja sama dengan PMI dalam kegiatan sosial serupa.
Dalam satu tahun, kegiatan kolaborasi tersebut biasanya digelar sebanyak dua kali. Pelaksanaan donor darah melibatkan organisasi siswa dan tim PMR di sekolah.
Namun pada tahun ini, kegiatan tersebut memiliki makna tambahan. Pelaksanaannya sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju peringatan 75 tahun berdirinya SMAK Santo Paulus Jember.
Kegiatan sosial ini juga mendapat perhatian dari PMI Kabupaten Jember. Lembaga tersebut menilai partisipasi sekolah memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah.
Keterlibatan lembaga pendidikan dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Hal ini terutama penting pada masa Ramadan ketika jumlah pendonor sering mengalami perubahan.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah dan PMI berharap kesadaran donor darah di kalangan pelajar dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan sosial seperti ini diharapkan terus berlangsung pada masa mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!