SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan akan menindak tegas, bagi oknum yang hendak menimbun bahan bakar minyak (BBM).
Hal ini dipicu karena masyarakat mengalami panic buying BBM, sehingga mengakibatkan antrean di SPBU.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, hasil koordinasi bersama dengan berbagai pihak telah diambil beberapa keputusan penting dalam mengatasi persoalan BBM di Jember.
Baca Juga: Stok BBM di SPBU Masih Tersedia Belasan Ribu Liter, Hiswana Migas Besuki Minta Warga Tetap Tenang
“Kita malam ini sudah melakukan rakor bersama Polres Jember, Pertamina, Hiswana Migas dan sejumlah OPd terkait, untuk merumuskan kebijakan yang diambil,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 7 Maret 2026 dini hari.
Ia menegaskan, jika stok BBM di Jember sampai dengan saat ini masih sangat melimpah dan tidak ada kendala dalam pengirimannya.
“Kami tegaskan kembali kepada masyarakat, kalau saat ini stok masih sangat melimpah dan tidak ada kendala apapun,” imbuhnya.
“Kemudian dari hasil rakor ada beberapa keputusan, di antaranya per hari Jumat tanggal 6 Maret Kabupaten Jember akan mendapatkan tambahan alokasi BBM sebanyak 100 ribu liter,” paparnya.
Selanjutnya, Gus Fawait mengungkapkan pada Sabtu 7 Maret 2026 Jember akan mendapatkan tambahan pasokan BBM sebanyak 300 ribu liter, sehingga stoknya sangat melimpah.
“Tambahannya sangat banyak, jadi bagj oknum yang berniat untuk menimbun bisa mengurungkan niatnya karena stoknya sangat banyak,” ungkapnya.
Baca Juga: Stok BBM Jatimbalinus Dipastikan Aman di Tengah Tensi Geopolitik Global
Dari berbagai dinamika yang terjadi 2 hari terakhir, tren pembelian BBM mengalami penurunan meskipun di wilayah perkotaan masih terlihat antrean yang panjang.
“Tapi kalau di wilayah pinggiran ada antrean namun tidak sepanjang di kota,” paparnya.