news

Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Jumat, 6 Maret 2026 | 15:05 WIB
PJ Sekda Akhmad Helmi Luqman saat dikonfirmasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Kabupaten Jember dalam kondisi stabil dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan setelah adanya instruksi langsung dari Bupati Jember untuk melakukan peninjauan lapangan guna memantau distribusi energi di titik-titik krusial.

Berdasarkan hasil inspeksi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pihaknya mengonfirmasi bahwa pasokan saat ini berada pada level aman, bahkan cenderung berlebih.

Baca Juga: Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras

Helmi merinci bahwa koordinasi dengan pihak Pertamina telah dilakukan untuk menjaga stabilitas stok di Jember. Per hari ini, tercatat pasokan yang masuk ke Jember meliputi 580 ton liter Pertalite dan 300 ton liter Pertamax.

"Masyarakat Jember tidak perlu merasa khawatir atau cemas akan kekurangan BBM. Stok di Kabupaten Jember sangat tersedia dan jika nantinya dirasa kurang, pihak Pertamina telah berkomitmen untuk segera melakukan pemasokan kembali," ujar Helmi saat sidak di SPBU, Jumat 6 Maret 2026.

Selain memberikan jaminan stok, Pemkab Jember juga mengeluarkan peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi secara ilegal.

Baca Juga: Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar

Helmi menegaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pengawasan ketat di lapangan.

“Pengawasan ini mencakup pemantauan terhadap pihak-pihak yang melakukan penimbunan BBM, penjual bensin eceran yang melanggar aturan di pinggir jalan, serta penggunaan kendaraan hasil modifikasi yang digunakan untuk menyedot BBM secara tidak wajar,” imbuhnya.

"Kami akan mengerahkan APH untuk mengecek langsung ke lapangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penimbunan, maka tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku akan segera diambil oleh pihak berwenang," pungkasnya.

Baca Juga: Polemik Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Pemkab Jember dan BPN Pertimbangkan Opsi Relokasi

Dengan adanya jaminan ini, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Jember tetap berjalan normal tanpa adanya aksi panic buying.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKLIK DI SINI 

Tags

Terkini