news

Connie Bakrie Sindir Dewan Perdamaian Bentukan Trump sebagai 'Board of War', Sebut Konflik Israel-AS vs Iran Jadi Kesempatan Indonesia Keluar dari BoP

Senin, 2 Maret 2026 | 13:52 WIB
Potret akademisi sekaligus pengamat pertahanan, keamanan dan hubungan internasional, Connie Rahakundini Bakrie yang mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace pasca serangan Israel-AS ke Iran (Instagram/connierahakundinibakrie)

SketsaNusantara.id - Akademisi sekaligus pengamat militer, pertahanan keamanan dan hubungan internasional, Connie Rahakundini Bakrie mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera keluar dari Board of Peace (BoP).

Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dan Iran, Connie Bakrie menyebut hal ini menjadi kesempatan baik bagi Indonesia untuk keluar dari BoP.

Melalui akun Instagram pribadinya, Connie Bakrie menyampaikan pesan pada Presiden Prabowo untuk segera keluar dari Dewan Perdamaian bentukan Trump yang disebutnya sebagai 'board of war'.

Ia menyebut badan internasional bentukan Trump itu bukan lagi memperjuangkan perdamaian dunia, tetapi justru malah memicu kekacauan dunia setelah ikut terlibat dalam serangan Israel ke Iran.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Kian Panas, Prabowo Subianto Siap Terbang ke Teheran dan Tawarkan Diri Jadi Mediator

"Pak Presiden, menurut saya, dengan segala hormat, ini adalah kesempatan 'exit door' untuk Indonesia keluar dari Board of Peace," ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @connierahakundinibakrie pada hari Minggu, 1 Maret 2026.

"Melihat perkembangan berita konflik Israel vs Iran, badan internasional bentukan Trump ini judulnya bukan lagi Board of Peace tapi 'board of war' (dewan peperangan)," tandasnya.

Dalam unggahannya, Connie Bakrie juga mengingatkan bahwa Indonesia selama ini konsisten menganut prinsip politik luar negeri Bebas Aktif dan merupakan salah satu negara pelopor serta pendiri Gerakan Non-Blok (GNB).

Sebagai negara non-blok, Indonesia tidak memihak kekuatan besar (Blok Barat/Timur) dan bersahabat dengan semua negara demi perdamaian dunia.

Baca Juga: Kecewa, Felix Siauw Kritik Keras Keputusan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, Sebut Board of Peace yang Dibentuk Trump Sebagai 'Penjajahan Gaya Baru'

"Mending kita jadikan ini kesempatan exit door dan kembali lah pada non blok, karena dari dulu negara kita memang lebih firm mainnya dan tegas untuk tidak memihak, seperti itu," ucapnya.

"Bukan maksud menggurui, tapi ini pandangan saya sebagai akademisi karena Indonesia takutnya akan salah arah ke depannya jika terus mengikuti Board of Peace," imbuhnya.

Profesor dan ditunjuk sebagai Guru Besar di bidang Hubungan Internasional di Saint Petersburg State University itu juga menjelaskan bahwa Board of Peace tidak sesederhana yang dibayangkan.

Ia menyoroti anggaran yang dibayarkan untuk keanggotaan tetap Board of Peace hingga wacana pengiriman tentara nasional Indonesia (TNI) ke wilayah konflik di Gaza, Palestina.

Halaman:

Tags

Terkini