SketsaNusantara.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah yang terjadi setelah serangan militer bersama antara Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 kembali memicu kekhawatiran publik hingga dikatikan dengan isu Perang Dunia III.
Sebagaimana diketahui, Israel dibantu Amerika Serikat (AS)melancarkan serangan ke Teheran yang menewaskan sedikitnya 184 jiwa.
Pemimpin tertinggi Islam Iran, Ali Khamenei juga ikut menjadi korban yang meninggal dunia setelah kediamannya jadi target sasaran militer Israel.
Sebagai respons terhadap operasi militer yang mengguncang Teheran dan sekitarnya, pasukan militer Iran melancarkan serangan ke Tel Aviv dan sejumlah pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait hingga Arab Saudi dan Bahrain.
Ketegangan makin memuncak setelah akun resmi militer Iran di platform X (sebelumnya Twitter) menyebarkan narasi bahwa "Perang Dunia III akan segera dimulai".
Pernyataan semacam ini semakin memperparah kecemasan publik global, sebab konflik Israel-Iran selama ini berpotensi melibatkan kekuatan besar dari negara lain melalui sekutu masing-masing.
Namun, di tengah di tengah kekhawatiran publik, sejumlah tokoh Indonesia memberikan analisis berbeda.
Dian Wirengjurit, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2012–2016 justru yakin bahwa ketegangan antara Israel-AS dengan Iran tak akan memicu Perang Dunia III (PD 3).
Baca Juga: SBY Cemas Dunia Hadapi Krisis Global, Pola Konflik Dinilai Serupa Menjelang Perang Dunia Sebelumnya
Menurutnya, penyebab konflik saat ini berbeda jauh dari skenario perang dunia puluhan tahun silam yang dipicu beberapa faktor dari negara lain di Eropa.
"Saya bilang tidak akan (terjadi Perang Dunia III), karena faktor pelecutnya tidak ada," ujar Dian, dikutip SketsaNusantara.id dari video wawancara yang diunggah akun Instagram @kabarpetang.tvone pada Rabu, 28 Januari 2026.
Dian menyebut faktor pemicu yang bisa melibatkan negara lain secara langsung tidak terlihat jelas sehingga konflik Timur Tengah ini bersifat regional, meskipun berdampak global karena jalur vital perdagangan di Selat Hormuz ditutup karena alasan keamanan.
Tak hanya itu, mantan direktur kerjasama antarwilayah Amerika dan Eropa itu juga menyinggung masalah psikologis Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang dinilai turut memengaruhi dinamika konflik saat ini.
Artikel Terkait
Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Nilai Rencana Prabowo Terbang ke Teheran Tak Realistis, Singgung Hubungan Indonesia-Iran
Media Iran Konfirmasi Kematian Ali Khamenei dalam Serangan Amerika Serikat-Israel ke Teheran
Sempat Dibantah, Militer Iran Konfirmasi Kematian Khamenei, Citra Satelit Kediaman Pemimpin Agung yang Luluh Lantak Pasca Serangan Israel Jadi Sorotan
Siapa Ali Khamenei? Mengenal Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Dibunuh AS-Israel, Sepak Terjang hingga Jejak Kekuasaan
3 Fakta Selat Hormuz yang Ditutup Iran pasca Serangan AS-Israel ke Teheran, Jalur Vital Perdagangan Minyak Dunia
Rieke Diah Pitaloka dan Sejumlah Publik Figur Indonesia Berduka atas Kematian Ali Khamenei, Unggahan Terakhir Pemimpin Tertinggi Iran Dibanjiri Doa