Dian mengulas gambaran karakter politik Presiden AS, termasuk perilaku Donald Trump yang menurutnya sering berpindah fokus pada berbagai isu internasional yang berbeda.
Pria kelahiran Bandung itu mencontohkan bagaimana Trump, dalam jangka waktu pendek berpindah dari isu Iran ke isu lain seperti Venezuela dan Greenland, serta ketegangan di Asia Pasifik dengan Tiongkok, yang menurutnya menunjukkan kurangnya motif kuat untuk memicu konflik global berskala Perang Dunia.
"Dari aspek psikologi saja, banyak dokter Amerika sendiri menyatakan bahwa Donald Trump itu ada gangguan kejiwaan. Jadi, positif kegilaannya diakui secara ilmiah," tuturnya.
"Buktinya, cara dia berpikir pun tidak ada yang bisa mengikuti apa maunya. Dari satu masalah internasional Iran, pindah ke Venezuela main serang, pindah lagi ke Greenland, sekarang nanti balik lagi ke Taiwan, apa sih yang dicari," ujarnya keheranan.
"Dia itu istilah Megalomania. Trump punya Kegilaan untuk bisa menunjukkan dirinya hebat. Padahal, nggak usah jauh-jauh. Di dalam negerinya aja, dia menghadapi impeachment ketiga," tandasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo di Rakornas 2024, Waspada Ancaman Perang Dunia 3 dan Pentingnya Ketahanan Nasional
Tak hanya itu, Dian juga menekankan bahwa invasi wilayah oleh negara lain yang menjadi ciri khas Perang Dunia pada abad ke-20 belum ditemukan dalam konflik saat ini.
"Akankah perang dunia ketiga ini akan terjadi? saya katakan tidak. Perang dunia ketiga, ada nggak negara yang diinvasi oleh negara lain, kecuali di Eropa sendiri. Rusia menginvasi Ukraina tapi itu tidak memicu PDIII, tapi tidak menjadi berita besar," jelasnya.
"Kenapa yang jadi berita itu Amerika, petatang-peteteng di sekitar Pasifik dan sekarang di sekitar Timur Tengah? Kenapa mau dibilang mau perang dunia? Dia mau menghadapi siapa? Yang melakukan pelanggaran teritorial itu siapa? Iran? Tidak. konflik ini pun belum ke arah (PD 3) sana," tuturnya.
Dian Wirengjurit tampaknya menekankan bahwa kekhawatiran soal Perang Dunia III adalah hasil ketakutan publik, bukanlah proyeksi strategis berdasar fakta saat ini.
Menurutnya, 'kegilaan' Donald Trump membawa Timur Tengah dalam keadaan chaos yang menimbulkan ketakutan publik hingga muncul spekulasi terjadinya perang dunia.
"Ya, itulah saya katakan tadi konflik ini mungkin ada kaitannya dengan kegilaan Trump. Artinya, dia mau menguasai tempat-tempat sumber energi yang masih dibutuhkan dunia 50 tahun ke depan," ujarnya.
"Hanya saja di Pasifik, dia masih bingung karena harus berhadapan dengan China," pungkas Dian.
Perkataan Dian mendapat respons positif. Publik mendukung pernyataan soal kegilaan Trump dan mendesak lembaga besar dunia seperti PBB untuk ikut serta meredakan ketegangan regional dari konflik skala global, serta terus mendorong diplomasi untuk meredakan situasi.
Artikel Terkait
Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Nilai Rencana Prabowo Terbang ke Teheran Tak Realistis, Singgung Hubungan Indonesia-Iran
Media Iran Konfirmasi Kematian Ali Khamenei dalam Serangan Amerika Serikat-Israel ke Teheran
Sempat Dibantah, Militer Iran Konfirmasi Kematian Khamenei, Citra Satelit Kediaman Pemimpin Agung yang Luluh Lantak Pasca Serangan Israel Jadi Sorotan
Siapa Ali Khamenei? Mengenal Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Dibunuh AS-Israel, Sepak Terjang hingga Jejak Kekuasaan
3 Fakta Selat Hormuz yang Ditutup Iran pasca Serangan AS-Israel ke Teheran, Jalur Vital Perdagangan Minyak Dunia
Rieke Diah Pitaloka dan Sejumlah Publik Figur Indonesia Berduka atas Kematian Ali Khamenei, Unggahan Terakhir Pemimpin Tertinggi Iran Dibanjiri Doa