Kamis, 4 Juni 2026

Connie Bakrie Sindir Dewan Perdamaian Bentukan Trump sebagai 'Board of War', Sebut Konflik Israel-AS vs Iran Jadi Kesempatan Indonesia Keluar dari BoP

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 Maret 2026 | 13:52 WIB
Potret akademisi sekaligus pengamat pertahanan, keamanan dan hubungan internasional, Connie Rahakundini Bakrie yang mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace pasca serangan Israel-AS ke Iran (Instagram/connierahakundinibakrie)
Potret akademisi sekaligus pengamat pertahanan, keamanan dan hubungan internasional, Connie Rahakundini Bakrie yang mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace pasca serangan Israel-AS ke Iran (Instagram/connierahakundinibakrie)

Tak hanya itu, Indonesia dan AS juga telah menyepakati transfer data lintas negara terbatas sebagai bagian dari Agreement on Reciprocal Tariff (ART) untuk meningkatkan perdagangan digital, yang ditandatangani pada Februari 2026.

Connie Bakrie juga mewanti-wanti resiko besar yang akan terjadi pasca serangan Israel-AS ke Iran jika Indonesia tak segera mengambil langkah tegas terkait hal ini.

"BoP nggak sesimpel itu. Pertama, soal uang anggaran lalu bagaimana training kita, equipment dan personality kita dan logistik, lalu maaf juga soal information system kita bagaimana?" tuturnya.

"Jadi, please Pak Presiden, tolong mundur dari 'board of war', karena walaupun ada aturan (BoP) ada yang katanya untuk misi kemanusiaan dan segala macam tapi konflik di Gaza itu berbeda, bahkan eskalasi ancamanannya itu sangat tidak diduga," pungkasnya.

Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Pasca Serangan Israel ke Iran Berdampak ke Pasokan Energi Indonesia? Ini Rencana Pertamina Hadapi Eskalasi Konflik Timur Tengah

Sebagaimana diketahui, Indonesia menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada awal tahun 2026 lalu.

Badan internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu awalnya diklaim bertujuan untuk memimpin upaya stabilisasi, rekonstruksi, dan menciptakan perdamaian abadi di Gaza, pascakonflik dengan Indonesia yang terlibat aktif untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Indonesia dan negara-negara lainnya bahkan diminta membayar milyaran dolar atau sekitar Rp17 triliun sebagai keanggotaan tetap.

Selain itu, keputusan dalam perundingan Board of Peace juga ditentukan oleh Donald Trump yang memegang wewenang sebagai Ketua.

Trump juga memegang hak veto atas keputusan-keputusan dan berwenang menentukan negara mana yang bergabung, serta memiliki kuasa untuk menunjuk penggantinya sebagai Ketua.

Masuknya Indonesia dalam Board of Peace mendapat sorotan tajam dan menuai kritik. Publik menyoroti Israel yang ikut dalam keanggotaan, sementara Palestina tidak diikutkan dalam perundingan dan dinilai tak menganut prinsip keadilan.

Beberapa bulan setelah dibentuk BoP, Israel kemudian melancarkan serangan ke Tehran pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 yang menewaskan sedikitnya 184 jiwa termasuk anak-anak.

Tak hanya itu, serangan yang disebut-sebut sebagai bagian dari operasi militer besar di bawah pemerintahan Donald Trump, dan diklaim bertujuan menciptakan perdamaian di Timur Tengah itu turut menewaskan pemimpin tertinggi muslim Iran, Ali Khamenei yang membuat publik geram.

Iran melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv bahkan menyerang pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi hingga Kuwait dan Qatar, bahkan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pelayaran dan hal ini berdampak pada stabilisasi pasokan energi dunia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @connierahakundinibakrie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X