Tak hanya itu, Indonesia dan AS juga telah menyepakati transfer data lintas negara terbatas sebagai bagian dari Agreement on Reciprocal Tariff (ART) untuk meningkatkan perdagangan digital, yang ditandatangani pada Februari 2026.
Connie Bakrie juga mewanti-wanti resiko besar yang akan terjadi pasca serangan Israel-AS ke Iran jika Indonesia tak segera mengambil langkah tegas terkait hal ini.
"BoP nggak sesimpel itu. Pertama, soal uang anggaran lalu bagaimana training kita, equipment dan personality kita dan logistik, lalu maaf juga soal information system kita bagaimana?" tuturnya.
"Jadi, please Pak Presiden, tolong mundur dari 'board of war', karena walaupun ada aturan (BoP) ada yang katanya untuk misi kemanusiaan dan segala macam tapi konflik di Gaza itu berbeda, bahkan eskalasi ancamanannya itu sangat tidak diduga," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Indonesia menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada awal tahun 2026 lalu.
Badan internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu awalnya diklaim bertujuan untuk memimpin upaya stabilisasi, rekonstruksi, dan menciptakan perdamaian abadi di Gaza, pascakonflik dengan Indonesia yang terlibat aktif untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Indonesia dan negara-negara lainnya bahkan diminta membayar milyaran dolar atau sekitar Rp17 triliun sebagai keanggotaan tetap.
Selain itu, keputusan dalam perundingan Board of Peace juga ditentukan oleh Donald Trump yang memegang wewenang sebagai Ketua.
Trump juga memegang hak veto atas keputusan-keputusan dan berwenang menentukan negara mana yang bergabung, serta memiliki kuasa untuk menunjuk penggantinya sebagai Ketua.
Masuknya Indonesia dalam Board of Peace mendapat sorotan tajam dan menuai kritik. Publik menyoroti Israel yang ikut dalam keanggotaan, sementara Palestina tidak diikutkan dalam perundingan dan dinilai tak menganut prinsip keadilan.
Beberapa bulan setelah dibentuk BoP, Israel kemudian melancarkan serangan ke Tehran pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 yang menewaskan sedikitnya 184 jiwa termasuk anak-anak.
Tak hanya itu, serangan yang disebut-sebut sebagai bagian dari operasi militer besar di bawah pemerintahan Donald Trump, dan diklaim bertujuan menciptakan perdamaian di Timur Tengah itu turut menewaskan pemimpin tertinggi muslim Iran, Ali Khamenei yang membuat publik geram.
Iran melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv bahkan menyerang pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi hingga Kuwait dan Qatar, bahkan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pelayaran dan hal ini berdampak pada stabilisasi pasokan energi dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Nilai Rencana Prabowo Terbang ke Teheran Tak Realistis, Singgung Hubungan Indonesia-Iran
Media Iran Konfirmasi Kematian Ali Khamenei dalam Serangan Amerika Serikat-Israel ke Teheran
Sempat Dibantah, Militer Iran Konfirmasi Kematian Khamenei, Citra Satelit Kediaman Pemimpin Agung yang Luluh Lantak Pasca Serangan Israel Jadi Sorotan
Rieke Diah Pitaloka dan Sejumlah Publik Figur Indonesia Berduka atas Kematian Ali Khamenei, Unggahan Terakhir Pemimpin Tertinggi Iran Dibanjiri Doa
Eks Dubes RI Yakin Ketegangan Israel-AS vs Iran Tak Akan Memicu Perang Dunia III, Masalahnya Ada pada Donald Trump? Begini Penjelasannya