Dino melanjutkan, kedua presiden tersebut juga tidak ada pertemuan bilateral di negara ketiga beberapa waktu terakhir.
“Tidak pernah ada pertemuan bilateral antara kedua pemimpin di negara ketia, misalnya sewaktu KTT BRICS atau KTT D8,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono juga belum pernah melakukan kunjungan bilateral ke Iran.
“Menteri Luar Negeri juga tidak pernah melakukan kunjungan bilateral ke Teheran, walau pun pernah ketemu sekali (dengan Abbas Arachchi) di Jenewa,” terangnya.
Dino menyimpulkan, dengan hubungan antara kedua pemerintahan tersebut selama beberapa waktu terakhir, tidak ada kedekatan antara pemerintah Indonesia dan Iran.
“Dengan kata lain, belum ada suatu kedekatan atau trust dari pemerintah Iran terhadap pemerintah Indonesia sekarang ini,” pungkasnya.
Rencana Presiden Prabowo Terbang ke Teheran
Kementerian Luar Negeri merilis pernyataan kesiapan Presiden Prabowo sebagai mediator dalam konflik Amerika Serikat-Iran yang memanas sejak serangan udara pada Sabtu lalu, 28 Februari 2026.
Lewat akun X resminya, @Kemlu_RI Kemenlu menyatakan kesediaan pemerintah Indonesia untuk terlibat langsung dalam upaya mediasi.
“Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif,” tulis Kemenlu.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga siap terbang ke Teheran jika rencana tersebut disetujui oleh Iran dan Amerika Serikat.
“Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap melakukan perjalanan ke Teheran. untuk mediasi,” tulis Kemenlu lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!