Kamis, 4 Juni 2026

Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Nilai Rencana Prabowo Terbang ke Teheran Tak Realistis, Singgung Hubungan Indonesia-Iran

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Maret 2026 | 10:00 WIB
Eks Wamenlu Dino Patti Djalal saat soroti rencana Prabowo terbang ke Teheran (X/@dinopattidjalal)
Eks Wamenlu Dino Patti Djalal saat soroti rencana Prabowo terbang ke Teheran (X/@dinopattidjalal)

 

SketsaNusantara.id - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengomentari rencana Presiden Prabowo Subianto terbang ke Teheran, Iran.

Lewat unggahan di akun X pribadinya @dinopattidjalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini menilai, rencana tersebut tidak realistis.

“Sangat tidak realistis,” ujar putra mendiang Hasjim Djalal sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari cuitannya tanggal 1 Maret 2026.

Baca Juga: Prabowo dan Raja Yordania Satu Suara soal Palestina, Solusi Dua Negara Dinilai Jadi Jalan Paling Adil dan Berkelanjutan

Dino bahkan menyayangkan pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri terkait rencana keberangkatan Presiden Prabowo tersebut.

Sebagai pengamat politik, Dino mengatakan, rencana tersebut sepatutnya disaring terlebih dahulu sebelum diumumkan kepada publik.

“Sebagai political scientist yang independen juga sebagai mantan diplomat Indonesia, saya heran kenapa ide ini tidak difilter dulu sebelum diumumkan,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Konflik Iran dan AS Picu Kekhawatiran, Ini Analisis Bung Kus soal Nasib Iran di Piala Dunia 2026

Salah satu alasan Dino menyebut rencana Prabowo untuk terbang ke Teheran sebagai mediator konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel yakni hubungan pemerintah Indonesia dengan Iran belakangan ini.

“Realitanya, pemerintah Iran belakangan ini tidak begitu dekat dengan Pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Dino menjelaskan, selama 15 bulan terakhir, tidak pernah ada pertemuan antara Presiden Prabowo dan presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Baca Juga: Misi Ekonomi Presiden Prabowo ke AS: Bertemu Donald Trump, Siapkan Kesepakatan Tarif Dagang dan Perjanjian Strategis Bernilai Besar

Tak hanya itu, selama durasi tersebut, pemerintah Indonesia juga tidak pernah mengunjungi Iran kendati ada undangan yang dikirimkan untuk Presiden Prabowo.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @dinopattidjalal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X