Ternyata, modus serupa juga pernah dialami oleh kerabat salah satu guru di sekolah tersebut.
Bahkan, menurut informasi yang beredar, aksi penipuan dengan modus serupa disebut-sebut sudah terjadi di beberapa wilayah, seperti kawasan Bringin hingga Sukodono, Sidoarjo.
"Jadi, gurunya anak saya itu pas denger cerita itu dia langsung paham dan ternyata kakaknya juga jadi korban penipuan. Katanya udah banyak yang kena tipu di Bringin sampe di Sukodono," ujarnya.
Korban menduga dirinya sempat kehilangan fokus dan seperti terpengaruh oleh ucapan pelaku. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan praktik gendam atau hipnotis dalam kasus tersebut.
Melalui kejadian ini, korban berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada ketika mengendarai motor, terlebih dalam keadaan jalan yang sepi.
"Hati-hati aja kalo naik motor sendirian di tempat sepi, mulai banyak modus penipuan seperti ini apalagi mendekati mau Lebaran," pesannya.
"Pelakunya laki-laki naik motor sendiri, cuman saya nggak mengamati ciri-ciri kendaraannya warna apa karena mungkin panik sampai nggak sadar kena gendam," ucapnya.
Unggahan korban penipuan ini pun ramai jadi perbincangan hangat publik. Tak sedikit warganet yang meminta aparat kepolisian termasuk Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo untuk menindaklanjuti kasus ini dan mencegah agar kejadian serupa terulang kembali.
"Itu kayanya sudah masuk kategori gendam, pelaku ngomong halus dan menakut-nakuti korban jadi secara tidak langsung kamu terhipnotis, mbak. Pikiranmu dimanipulasi sama cerita bohong pelaku sehingga nggak menaruh curiga, tapi alhamdulillah yang penting sekarang aman," komentar salah satu warganet.
"Untung motor masih selamat nggak dibawa kabur. Tapi meresahkan banget ini, jadi jangan mudah percaya sama orang yang nggak dikenal. Meresahkan juga gendam kaya gini, mohon @humaspoldajatim dan @polresta_sidoarjo segera bertindak," imbuh warganet lainnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang asing, sekalipun mereka terlihat berniat membantu.
Jika ada yang mengaku melihat kerusakan pada kendaraan, sebaiknya segera menuju bengkel terdekat untuk memastikan kondisi kendaraan secara langsung dan tak ragu melaporkan aksi penipuan ini ke pihak berwajib agar segera ditindaklanjuti.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini